Archive | 15 Juni 2012

Hidup Seperi Buku

Gambar

kehidupan kita bagaikan sebuah buku
saat dilahirkan kita bagai sebuah buku baru yang tanpa tulisan apapun
hanya berhias sampul indah
lalu mulai lah kita menulis lembar demi lembar kehidupan kitaoranguta akan mengisi lembar-lembar awal kehidupan
dimana kita di didik dengan baik dan penuh keceriaansetelah kita beranjak besar
kita mulai bisa bersosialisasi
kita mulai bisa menulis sendiri halaman demi halaman buku kehidupan kita
ada tulisan baik
buruk
indah
sedih
luka
bahagia
semua silih berganti menghiasi lembar buku kehidupan kita

saat kita mulai bisa memilih teman mana yang baik untuk kita
kita sudah mulai mengambil keputusan dalam hidup
memulai bab baru dalam buku
karena ini akan menjadi awal bab lain setelahnya
salah memilih teman maka mungkin bab selanjutnya akan berisi tentang cerita-cerita kelam

kita sudah bisa menentukan langkah hidup kita sendiri
kemana mimpi-mimpi kita akan dibawa
dewasa
bergerak leluasa
bersikap
bijak/binal tanpa aturan
banyak manfaat/penuh nista
pahala/dosa
tetap pada jalan lurus/ berbalik mangambil jalan rusak
taubat/tetap maksiat
hidup kita akan berakhir juga macam buku-buku ini
saat lembar-lembar buku kita telah habis
maka nasib buku ada 2
di buang begitu saja tanpa harga (bisa ditampat sampah/ di jual ke tukang loak)
atau disimpan di rak dengan rapi
yang akan dibaca terus, bermanfaat terus walau kita telah tiada