“Friendship4ever“


Tittle : Friendshi4ever

Author : Miamie aka Jeonmie

Genre : Romance

Cast : p1-b-miamie, p1-b-hotaru aka Hotayoon, p1-b-donadkyu, p1-b-aihara, p2-me-eyren,p1-z-minato,p2-z-Aoi

Hari ini tepatnya hari minggu. Suasana cerah itu seakan menggambarkan kebersamaan, kehangatan yang penuh dengan tawa, senyum dan, nyanyian. Seorang namja sedang asik memetik senar gitarnya dan sesekali tersenyum dan ikut menjadi vokal kedua mendampingi yeoja yang duduk manis di sebelahnya.

“Hari ini kudendangkan, lagu yang ini kunyanyikan.. Terkenang semua kenangan….”

“Kenapa berhenti?” tanya Minato pada Miamie yang tiba – tiba menghentikan nyanyiannya.

“Aku..,” ucapanya tak terdengar, suaranya serak.

“Saeng, kau tak apa?” tanya Minato khawatir. Miamie hanya menggelangkan kepala tanda bahwa dia baik – baik saja.

“Baiknya kita hentikan saja, ya,” ucap Minato masih dengan kekhawatirannya. Miamie mengangguk tanda setuju. Mereka beriringan menuju asrama Blossom, tanpa ada sedikitpun pembicaraan diantara mereka. Minato hanya melirik sesekali memperhatikan Miamie yang sedari tadi berusaha mengeluarkan suaranya, lebih tepatnya, memaksakan diri.

“Istirahatlah, jangan lupa minum obatmu!” nasehat Minato saat mereka sudah sampai di depan asrama Blossom.

“Ne, Oppa “ jawab Miamie disertai dengan anggukan untuk menyakinkan ucapannya.

“Ini bukumu,“ Minato mengulurkan buku tebal yang dibawanya sedari tadi. Saat tangan kanannya telah kosong, dengan leluasa dia mengacak – acak rambut Miamie. Terlontar kalimat perintah dari mulutnya, “Sudah sana masuk! Nanti suaranya makin hilang.” Minato tersenyum dan lagi – lagi mengacak poni Miamie yang masih belum beranjak masuk.

“Emmm,” Miamie menyudutkan mulutnya kesal, tak suka dengan tingkah Minato.

“Senyumlah, Oppa pergi dulu,” Minato berantak pergi ditemani gitar kesayangannya.

.

“Hota…. Hota…,” panggil Miamie sambil mengetuk pintu kamar Hotaru.

“Apa Hotayoon tidak ada?” gumam Miamie setelah beberapa menit tak ada jawaban.

.

“Ah..sudah jam berapa ini, Nad?” tanya Miamie sambil membetulkan kerah bajunya.

“Jam 8,” jawab Donadkyu yang masih asik terpaku dengan laptopnya dan buku – buku yang berserakan di sekelilingnya.

“Aku sudah terlambat, kau yang semangat ya Nad !” ucap Miamie dan bergegas pergi untuk magang di Perpus.

.

“Annyeong, mianhae terlambat,“ ucap Miamie menyapa teman – teman magangnya, terukir senyum di bibirnya memperhatikan  perpus yang sedang ramai.

”Aihaara,“ panggil Miamie dengan suara pelan, karena dia tau di perpus tak boleh berisik, dan selain itu, jarak Aihara dengan dirinya memang tak terlalu jauh.

“Ada apa Miamie?” tanggap Aihara menghentikan kegiatan menyusun bukunya karena Miamie telah sampai di hadapannya dengan raut muka serius.

“Apa kau melihat Hotaru?” tanya Miamie sedikit khawatir karena sudah dua hari tak bertemu. Padahal mereka  satu asrama, bahkan sama – sama lantai satu, dan lagi,  mereka adalah couple.

“Hari ini aku belum bertemu, kalau kemarin aku bertemu denganya di taman sedang memainkan gitarmu dan bernyanyi lagu sedih. Entahlah. Mungkin dia sedang sedih. Memangnya kenapa? Ada apa dengan kalian? Sedang berantem?” Aihara menjawab pertanyaan Miamie dengan panjang lebar dan malah diikuti pertanyaan yang bertubi – tubi.

“Ah..tidak ada apa – apa,” Miamie menggaruk kepalanya yang tak gatal. Kini dia malah memikirkan kata – kata Aihara.

“Baiklah lanjutkan tugasmu, mianhae aku tak bisa membantumu. Aku rapikan di tempat lain ya,“ ucap Miamie diiringi senyum dan meninggalkan  teman semagang dan seasramanya itu.

Miamie memperhatikan sekelilingnya, kemudian akhirnya dia putuskan untuk merapikan tatanan buku di sudut perpus yang jarang dikunjungi.

“Ah, berdebu. Kasihan sekali buku-buku ini,”  ucap Miamie prihatin sambil mulai meniup-niup debu yang menempel pada salah satu buku. “Frienships4ever,” dibacanya tulisan tangan yang tertulis di bagian lembar pertama buku itu. Buku terakhir yang masih berdebu.

“Eonni,” panggil seseorang dan Miamie mengenali suara itu.

“Iya, saeng Eyren,” jawab Miamie.

“Eonni sedang apa disitu? Buku apa yang eonni  pegang?” tanya Eyren penasaran.

“Ah, ini hanya buku biasa. Kajja, kita pergi,” Miamie menaruh kembali buku tersebut dan  mengekor  pada yeoja imut  itu.

.

“Ini, Oppa, bukunya. Jangan telat ya kembalikanya” Miamie yang sudah mengisi data peminjam menyodorkan dua buah buku pada Minato. Terukir senyum tipis di bibirnya untuk namja yang baik hati di hadapanya itu. Minato hanya mengangkat jempolnya dan balik tersenyum pada Miamie.

Tanpa Miamie sadari, Hotaru telah memperhatikan mereka.

“Hai, Hotayoon,” sapa Miamie mengangkat tangannya dan tersenyum pada sahabatnya itu.

Minato ikut menyapa Hotaru dan tersenyum. Namun sayang Hotaru hanya tersenyum satu detik dan berlalu pergi.

“Dia kenapa?” tanya Minato bingung.

“Entahlah, Oppa,” Miamie mengangkat bahu tanda juga tak tau.

“Apa dia sedang marah? Sudah beberapa hari dia tak menyapaku,” Minato menggaruk kepalanya yang tak gatal.

“Molla, Oppa. Denganku juga.”

.

Di salah satu kamar di asrama Blossom, Hotaru sedang menenangkan hatinya dengan melahap coklat dengan ganas karena geram terhadap suatu hal.

“Tidak bisa dipercaya!” kesalnya sambil menggigit kembali coklat yang tinggal setengah bungkus itu.

Sedangkan di salah satu kamar lain dilantai yang sama,

“Kau kenapa Mie?” tanya Shinta yang melihat Miamie melamun di meja belajar. Miamie tak menghiraukan sama sekali, dan masih merebahkan kepalanya di atas buku – buku tebal yang biasa selalu membuatnya bersemangat. Namun tidak untuk saat ini, saat dia galau memikirkan yeoja yang  hanya berjarak 2 kamar dari kamarnya.

“Kenapa Hotayoon berubah?”  tanya batin Miamie.

Plakkk..

Sebuah boneka kucing berwarna hitam putih mendarat di kepala Miamie dan membuatnya menahan sakit.

“Shinta,“ kesal Miamie yang tau itu ulah tanamannya.

“Mianhae, itu agar kamu tak melamun. Kalau kesambet bagaimana!” ujar Shinta.

Donadkyu tersenyum memperhatikan tingkah Miamie dan Shinta yang tak pernah bosan bertengkar setiap waktu.

“Memangnya kamu sedang memikirkan apa, Mie?”  tanya Donadkyu yang baru beberapa hari menjadi teman sekamarnya, ingin tau. Miamie biasa memanggilnya Nad. Meskipun anaknya sedikit pendiam  dan sering asik dengan komik – komiknya namun Donadkyu adalah tipe teman yang perhatian.

“Hotayoon, Nad….“

“Kenapa dengannya?”

“Sudah beberapa hari sepertinya dia berubah”

“Berubah bagaimana?”

“Dia seperti menghindar dariku”

“Kok begitu?”

“Entahlah. Apa aku punya salah hingga dia marah padaku…?”

“Memangnya kamu salah apa?”

“Itu juga aku tak tau, Nad.”

“Terus kenapa kamu berpikir seperti itu?”

“Dia tak pernah seperti ini sebelumnya, Nad.”

“Mungkin dia ada masalah, Mie.”

“Mungkin.”

“Sudahlah jangan terlalu di pikirkan. Nanti juga baikan.”

“Tapi, ini pertama kalinya aku merasa diabaikan….”

“Mungkin itu perasaan Mie saja. Besok temui dia dan tanya langsung!”

“Gomawoo, Nad, sarannya.”

Beberap menit  kemudian Miamie berdiri dan menghampiri Shinta. “Mianhae,“ ucap Miamie dan mengelus – elus tanamannya itu, kemudian mulai membereskan buku – buku  yang setiap hari dibuat berantakan oleh Shinta. Miamie menata buku-buku itu di lemari.

“Apa yang kau sembunyikan itu, Shinta?” tanya Miamie penasaran dengan buku di bawah pot tanaman itu.

“Ani, Mie”

“Sini aku lihat!” paksa Miamie menarik buku itu. Rupanya buku harian Miamie yang dulu diisinya bergantian dengan Hotaru. Tertulis “Frienships4ever” di diary biru itu. Miamie terdiam sebentar berpikir sesuatu. Dia tiba-tiba berdiri dan mengambil jaket birunya. “Mie mau kemana?” tanya Shinta dan Donadkyu bersamaan namun tak dihiraukannya.

Dia berlari seperti  waktu 1 detik pun tak boleh dilewatkan.  Sesekali tanpa menghentikan langkah dia mengangkat wajahnya melihat langit malam yang cerah. Harusnya malam ini dia dan Hotaru juga menatap bintang, bernyanyi diiringi suara gitar bersama, bercerita hal konyol, menghirup susu coklat dan di temani cemilan…

Brukkk.

Miamie menabrak seseorang yang ternyata Aoi. Namja Zydic yang satu magang dengannya. Dan menurut Miamie dia adalah namja imut yang memiliki pribadi yang polos.

“Kau tak apa, Mie-chan…?” khawatir Aoi sambil membantu berdiri.

“Ne, gomawoo,” jawab Miamie singkat dan langsung melangkah menginggalkan Aoi. Sedangkan Aoi hanya memasang wajah polosnya, heran dengan tingkah Miamie.

.

“Ah, ini dia,” senyum Miamie terukir saat dia mengeluarkan kunci perpus dari kantung jaketnya.

Klik..klik..

Kunci itu terlepas. Manik mata Miamie memperhatikan sekelilingnya, takut seseorang memergokinya. Bisa – bisa dia dimarahi PA C dan dicurigai macam – macam oleh seluruh penghuni Astra.

“Siapa itu?” tanya Miamie dengan suara khawatir bercampur takut. Dia merasa ada seseorang sedang mengawasinya.

“Ah.. ternyata hanya suara dedaunan bergerak tertiup angin,” Miamie menarik nafas dan menghembuskannya perlahan, sambil mengelus dadanya.

.

“Gelap sekali disini,” Miamie lupa membawa senter, hanya HP yang bersamanya sekarang.

“Banyak jalan menuju Roma” ucapnya sambil memperhatikan satu persatu buku yang di bersihkannya kemarin.

“Kenapa tidak ada?” bingungnya. “Apa ada yang mengambilnya?” ucapnya lagi.

“Ah pasti bukan disini,” Miamie berusaha berpikir positif.

Miamie mencari buku itu ke seluruh bagian perpus. Di liriknya jam tangan birunya pemberian Hotaru.

“Ah masih jam 22.00. Aku akan mencari sebentar lagi”.

.

“Mie kamu dimana?” dibacanya pesan dari Donadkyu.

“Aku sedang jalan – jalan di taman mencari inspirasi,” balasan Miamie.

HP itu sebentar lagi minta dikubur, tanda merah pada sisa akhir kehidupannya sudah terlihat.

“Ah sial, kenapa harus mati di saat seperti ini.” kesal Miamie. Dia tak bisa melihat apapun. Dia juga lupa dimana tempat untuk menyalakan lampu perpus. Dia memang tak menyalakan lampu dari awal karena takut orang di luar tau keberadaanya jika melihat perpus terang. Sedangkan dia tau pintu perpus sudah cukup jauh, dan jika dia memaksakan diri berjalan di kegelapan dia akan menabrak. Bisa – bisa wajahnya akan memar terkena rak buku atau bisa – bisa dia membuat buku berhamburan dari raknya.

“Ah pasrah saja, lah. Tidur disini juga tak apa. Aku sudah terbiasa tidur di sembarang tempat,” Miamie duduk dan bersandar di rak buku.

.

“Eh, Hotayoon, gimana kalau buku ini kita simpan di perpus saja!”

“Tapi kan Miam, ini belum penuh.” tampak keraguan di wajah imut Hotaru.

“Biar saja, nanti kalau kita sudah lulus dari akademi ini kita akan ambil bersama dan kita isi bersama” Miamie berusaha meyakinkan.

“Kau yakin?”

“Tentu” Miamie mengangguk.

“Baiklah. Tapi satu saja ya.”

Entah mimpi atau memang bayangan, percakapan  itu membuat Miamie tersadar. Diputar –putarnya bola matanya di kegelapan.

“Mianhae, Hotayoon” ucap Miamie menyadari belakangan ini dia yang melanggar perjanjian – perjanjian yang mereka buat dahulu.

“Terlambat.” suara yeoja di balik kegelapan. Miamie berusaha melihatnya namun tak bisa.

“Hotayoon sayoong. Kau kah itu?”

“Jangan memanggilku dengan panggilan itu.” Hotaru mendekat dan menyorotkan senter tepat kewajah Miamie. Miamie tak bisa melihat karena silau.

“Hotayoon sedang apa kau disini?”

“Menghilangkan jejak sesuatu!” jawab Hotaru datar namun tetap tak menghentikan sorotan cahaya senternya di wajah Miamie.

“Sesuatu?” ulang Miamie.

“Ini, Lihat ini,” Hotaru mengangkat buku di tangan dan mendekatkan buku itu di wajah Miamie. Sepertinya dia sangat marah.

“Ini buku yang kucari dari tadi.”  Miamie menatap Hotaru bingung.

Hotaru menarik Miamie mengikutinya keluar perpus. Langkahnya yang begitu cepat membuat Miamie sedikit berlari.

“Kita mau kemana?” tanya Miamie bingung. Sedangkan Hotaru tak merespon sedikitpun.

“Lihat ini.” Hotaru melempar buku itu ke tanah. Dia menuangkan cairan dari botol mini yang dia bawa ke atas buku itu.

“Lihat ini!” Hotaru menyalahkan korek dan satu detik kemudian korek itu mendarat dan membuat buku itu terbakar. Hotaru tertawa.

“Friendship is bullshit.“

“Hotayoon. Kau kenapa?” tanya Miamie marah.

“Kenapa, Katamu…?!” Hotaru malah balik marah, nada bicaranya semakin tinggi. Sedangkan Miamie hanya menangis tak mengerti dengan tingkah Hotaru yang keterlaluan.

“Semua yang tertulis di buku itu bohong. Semuanya palsu” Hotaru seperti ingin menangis namun dia menahannya.

“Apa maksudmu Hotayoon?”

“Kalau tak boleh mengacuhkan satu sama lain. Tak boleh berbongong. Tak boleh tersenyum sendiri. Tak boleh menangis sendiri. Semuanya palsu!” Hotaru  terus membuat Miamie semakin bingung.

“Itu tidak palsu, Hotayoon, kita sudah membuktikannya tiga tahun ini !” ucap Miamie terisak.

“Awalnya memang iya. Tapi sekarang? Tidak,” bantah Hotaru.

“Kenapa Hotayoon bicara begitu? Jangan pernah berkata seperti itu!”  Miamie malah kini balas kesal dengan kata – kata Hotaru yang tak menganggapnya sama sekali.

“Tapi itu fakta!”

“Oh, jadi alasanmu menghindariku?”

“Kalau iya, kenapa?”

“Itu tak masuk akal”

“Bagimu tak masuk akal, tapi bagiku itu sangat penting! Selama ini kau berubah. kau lebih dekat dengan lain. Kau lebih perhatian dengan yang lain. Kalau lebih banyak menghabiskan waktu dengan yang lain. Kau bahkan tertawa dengan mereka dan tak menyadari keberadaanku.” Hotaru mengungkapkan panjang lebar apa yang menjadi alasannya.

“Tapi itu hanya perasaanmu saja.”

“Bohong” bentak Hotaru.

“Aku tidak bohong” ucap Miamie. Matanya memerah, tangisnya tak berhenti. Sahabat yang sangat disayanginya tak percaya padanya dan menginginkanya pergi menjauh.

“Friendship is bullshit “ ucap Hotaru dan beranjak meninggalkan Miamie.

“AKU TIDAK SEPERTI ITU!!” teriak Miamie.

.

“Heiiii Mie bangun” Shinta menampar-namparkan daunnya pada wajah Miamie hingga membuatnya terjaga.

Dikucek – kuceknya matanya. Dilihatnya Hotaru sedang asik mengobrol dengan Donadkyu dan sesekali tertawa. Sesekali memasukkan cemilan kedalam mulut mereka, serta musik setia menemani membuat kehangatan di ruangan itu begitu terasa.

“Heii Miam. Kau kenapa?” tanya Hotaru yang merasa diperhatikan oleh Miamie yang tersenyum – senyum sendiri.

“Ahh..ih..ahh.Tidak apa – apa kok Hotayoon sayoong,” Miamie terbata – bata menjawab. Dia tersenyum senang, menggaruk kepalanya dan rambutnya masih acak -acakan.

“Ahhh ternyata hanya mimpi,” gumamnya tak jelas.

“Mimpi apa?” Hotaru bertanya penasaran, pendengarannya yang tajam memang diakui Miamie.

“Ani,” Miamie menggelengkan kepala.

“Jam berapa ini Nad?” tanya Miamie

“Jam 8 pagi,” jawab Donadkyu santai.

“Aigoo, aku akan terlambat!” Miamie secepat kilat turun dari ranjang, merapikan tempat tidurnya dan beralih ke kamar mandi.

.

Sudah rapi dengan seragamnya. Diteguknya dengan cepat susu coklat yang sudah di buatkan Hotaru tadi.

“Pelan – pelan!” ucap Donadkyu.

Miamie mengambil satu roti dan mengigitnya.

“Aku menyayangimu Hotayoon, Aku menyayangi kalian,” ucap Miamie samar dan beranjak.

“Aku berangkat!” seru Miamie bersemangat. Hotaru, Donadkyu, dan Shinta hanya terheran – heran dengan Miamie.

.

“Annyeong, semua” tanpa dosa Miamie tersenyum manis, tak menyadari keterlambatanya. Dengan santai langsung berbaur dengan yang lain.

.

“Ah masih ada,” lega Miamie menatap buku di hadapannya.

Friendship4ever

=END=

=======================

#NB : Mianhae Hotayoon aku membuatmu terkesan kejam disini (^_^)

~~> semuanya silahkan di komen dan di kritik ya 🙂

Mianhae kalau FF Magang ini tidak jelas, maklumlah soalnya pertama saya membuat yang seperti ini :D.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s