Archive | Oktober 2012

Galau Ingat Kamu

Senin, 15 Oktober 2012

Mengapa harus seperti ini ?
Mengapa aku harus mengenalmu ?
Mengapa harus memiliki perasaan ini ?
Mengapa kita harus bersama jika akhirnya harus terpisah ?
Pertayaan konyol yang selalu mengantuiku, aku tak tau harus menyalahkan keadaan atau diriku sendiri atas apa yang terjadi selama ini. Namun aku hanya bisa berusaha tegar meski dunia melihatku menangis. Aku hanya bisa berusaha tersenyum meski seluruh dunia melihatku bersedih.
Bukankah kau pernah berkata, “Jangan pernah bersedih karenaku!” dan itu masih terus kulakukan, meski sejujurnya itu sangat sulit. Bukan karenamu aku begini tapi karena ketulusan ini. Jadi maaf jika aku tak sanggup menjadi yang kau inginkan.
Hari ini, seseorang mengingatkanku tentang dirimu. Maaf, bukan tak mau mengingat dirimu lagi tapi hati ini terlalu takut untuk menuntutmu kembali. Dia bertanya tantang dirimu, aku harus menjawab apa jika nyatanya aku memang tak tau apa-apa sekarang. Jangankan mendengar suaramu atau bertemu dengamumu. Hanya sekedar berkata “Hai” melalui pesan seluler saja sudah tak pernah. Bukan aku terlalu gengsi hanya aku tak ingin mengganggumu.
Aku harap kau baik-baik saja dan masih memiliki semangat yang luar biasa. Bukan kah kau ingin menggapai semua impianmu. Ya, kau pernah berkata padaku “Aku akan membuktikan pada semuanya bahwa aku mampu untuk menjadi apa yang mereka anggap mustahil.” Dan aku hanya menatapmu kagum, tersenyum dan mengaminkan agar itu terwujud. Meski kini kau tak bisa bercerita padaku lagi, tapi yakinlah bahwa doaku masih terus ada untukmu.
Oia, aku tadi siang mendapat panggilan kerja. Ya, lumayan mengisi waktuku di sela-sela kuliah. Harusnya aku mentraktirmu tanda bahagia sama seperti saat dulu aku menerima gaji pertamaku. Lain kali saja ya, saat ada takdir yang memungkinkan itu.
.
“Haiiii, Nurmie. Mengapa kau menangis! Harusnya kau tersenyum, harusnya kau bisa tenang belajar hari ini, ingat besok ada KUIS FISIKA INTI. Ayo, Semangat!” sepertinya boneka di kamar sedang mengomel mengalahkan teriakan hatiku yang galau. Aku menggaruk kepalaku kesal karena kalah main games. “Ah, Galauuuuuuuuuuu” teriakku kesal. Sial memang tak bisa menetralkan perasaan. Ditambah lagi ade di kos tiba-tiba memanggil dengan heboh. Aku kira ada apa, ternyata hanya ingin memberitahukan bahwa kau sedang online. Sungguh membuat sedih, karena aku tak bisa memperhatikanmu walau lewat dunia maya. Jahatnya dirimu memblokirku dulu. Sebegitu besarkah salahku padamu. Tolong beritahukan padaku karena aku tak pernah tau dimana, apa, kapan kesalahan itu terjadi. Ataukah semua hanya alasan saja.

MENYAKITKAN,, jika setiap orang-orang mengingatkan tentangmu. MENYEDIHKAN jika mengingat betapa besar usahaku bersikap bisa saja tapi dengan seketika kembali seperti ini.

“JADI APA YANG HARUS AKU LAKUKAN ? SIAPA YANG BERANI MENULARKAN GALAU INI PADAKU ? HUH.”

Tapi baiklah, semuanya pasti memiliki hikmah tersendiri. Tak ada yang sia – sia. Ini akan menguji kesabarku. Bukankan masalah akan mendewasakan seseorang. Ya, semoga saja begitupula denganku. Aku tau kita tak boleh terus terbayang-banyang masa lalu, namun kita juga tak bisa menghilangkannya karena masa kini tak kan ada jika tak ada masa lalu. Aku berharap kelak ada hari yang lebih baik untuk memperoleh titik penjelasan kesalahanku, jika itu memang ada.