Guwe Rajin Atau Sial (?)


“Ya Tuhan lelahnya”. Ucapku merebahkan tubuhku berusaha melepas lelah. Aku tak bisa tidur, benar – benar tak habis pikir sibuknnya aku hari tadi.
Terlintas lagi kegiatan yang kulakukan.

Dari jam 1 siang sampe jam 9 malam di PUSDA (Perpustakaan Daerah), tampa seteguk air, hanya duduk menyelesaikan tugas se-gunung, mengetik ini itu. Untung saja bersama teman, kalau sendiri mungkin sudah tertidur.
“ini kerajinan atau kurang kerjaan”. Terdengar peringatan bahwa perpustakaan akan tutup.
“kepada seluruh pengunjung perpustakaan……….” Sial serasa di usir.
Bukan hanya di POM saja antri, diperpustakaan juga bisa. Mau menganbil tas di loket saja harus berdiri 15 menit, itu juga karena teman lupa naruh dimana nomor loket. Hahaha, sepertinnya efek laper atau kebanyakan melihat tulisan, jad linglung.
Karena tugas belum kelar. Mampir kekos temen sekalian mau ngeprint mumpung belum jam 10. Mana sama2 laper, enggak sempat makan dan enggak ada makanan.
“Huh, Nasib,,” Hanya itu yang terucap dari kami.
Masih ribet juga dengan tugas itu. Eh, disms-in mulu sama Mba di kos, hawatir. (Asiiik disayang).
OMG, 10.20 (enggak nyadar). Mana kos ditutup jam 10. Aku nekat pulang dengan kecepatan diatas rata-rata. Syukur selamat sampe tujuan.
Sok-sok-an sih. Tu kan 100% pintu terkunci. Langka utama dan pertama adalah sms seluruh penghuni kos. Lagi – lagi aku harus merelakan berdonor pada nyamuk-nyamuk kelaparan.
Ctekkk.. Ctekk, Pintu terbuka.
Mengedap – endap masuk dan menaiki tangga dengan pelan-pelan. Maklum nanti singa terbangu. Upss, maksudku pemilik kos yang kelau sudah ngomel bisa membuat moodmu hancur.
Masuk kamar, langsung hampaskan tas. Astafirullah, Benar- benar lupa di dalamnya ada Notebook. “hayyaaaaa, Maaf.” Ucapku menyesal sambil menyelus – elusnya berharap tak apa -apa
“krucukkkk..krucuukk” perut bernyanyi minta jatah. Ini dia, belum makan ternyata.
Menoleh kejam dinding “Jam 23.00.” Dalam hati berharap ada penjual“tek-tek atau sate”

Turun tangga cuci muka, cuci kaki, cuci tangan. Jadi inget kata teman tadi,
Dari siang ampe malam, dari panas sampe berair (basah, mungkin hujan ga nyadar), dari imut sampe ellek mukanya, dari kenyang sampe laper, sampe muka jelekkk, merah – merah, kucel, dan hahahha..belum mandi sore (tutup hidung)
“untung enggak ketemu cowok yang disuka, bisa-bisa pembunuhan karakter.” Katanya tadi sampi tertawa.

Hahaha, aku tertawa mengingat katanya itu. Tapi tawa tak mampu membuatku bahagia karena faktanya sekarang saya kelaperan dan sudah jam 23.25, tak mungkin lagi pale lewat.
Dan sekarang jam 00.15. Nasib anak kos jalan pintas makan mie.

Samarinda. 21 Maret 2012

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s