Archive | September 2013

Pemilihan Media dalam Pembelajaran

Pemilihan Media

Seorang guru harus dapat menentukan media yang paling tepat untuk pelaksanaan kegiatan pembelajaraan. Konsep “kerucut pengalamaan” dari “Edgar Daie” memperlihatkan analisis dalam perlakuan variabel-variabel pembelajar dan bukan pada variabel tugas. Dalam pemilihan media, Gagne dkk (1988) menyarankan perlunya mempertimbangkan:

  1. Prinsip-prinsip umum

    a. Variabel tugas

    b. Variabel pembelajar

    c. Lingkungan belajar

    d. Besarnya biaya sekolah

    e. Ukuran ruangan kelas

    f. Kemampuan mengembangkan materi baru

    g. Ketersediaan radio, televisi, atau perlengkapan lain

    h. Kemampuan guru dan kesediaan untuk usaha-usaha mendesain pembelajaran

    i. Ketersediaan bahan-bahan modul untuk pembelajaran individual

    j. Sikap pemimpin sekolah maupun guru terhadap inovasi

    k. Arsitektural sekolah

    l. Lingkungan pengembangan

    Jelas seakan-akan sia-sia untuk merencanakan penyajian yang baik, bila pengembangan sumber-sumber tidak mendukung untuk tugas tersebut, misalnya ketersediaan waktu, pengembangan personel.

    m. Ekonomi dan budaya

    Dalam pemilihan media perlu mempertimbangkan apakah media itu dapat diterima oleh si pemakai dan sesuai dengan sumber dana serta peralatan yang tersedia, juga sikap mereka.

  1. Faktor-faktor praktis

    a. Besarnya kelompok yang dapat ditampung dalam suatu ruangan

    b. Jarak antara penglihatan dan pendengaran untuk penggunaan media

    c. Seberapa jauh media dapat mempengaruhi respon pebelajar atau kegiatan lain untuk kelengkapan umpan balik

    d. Adakah penyajian itu sesuai dengan respon pebelajar

    e. Apakah stimulus pembelajaran menuntut gerak, warna, gambar, kata-kata lisan, atau tertulis

    f. Apakah media yang dipakai mempunyai urutan yang pasti

    g. Media manakah yang paling mendukung kondisi belajar untuk pencapaian tujuan

    h. Media manakah yang lebih lengkap untuk maksud peristiwa-peristiwa pembelajaran tersebut

    i. Media yang dipandang kemungkinan lebih efektif bagi pebelajar perlu ditentukan apakah perangkat lunak dapat disimpan dan bernilai

    j. Apakah guru memerlukan training tambahan

  1. Model tertutup dan model terbuka dalam pemilihan media

    a. Model tertutup

    Model tertutup adalah model pemilihan model bila seseorang akan menentukan media yang akan digunakan, kemudian bertindak menyeleksi atau mengembangkan. Berilah tujuan khusus yang sama, desainer yang berbeda dengan berbagai pengalaman dalam pengembangan pembelajaran, satu sama lain mungkin menggunakan media yang berbeda , bila beberapa tujuan tersebut diperkirakan lebih baik menggunakan media lain.

    b. Model terbuka

    Dalam model terbuka, seorang designer khususnya senior melakukan pemilihan media, kemudian menugaskan seseorang yang berkeahlian khusus dalam mengembangkan media yang dipilihnya tadi. Gagne (1988) model ini mengarah pada pemilihan media yang lebih baik untuk suatu unit kecil pembelajaran.

 ================

Pemilihan Untuk Multimedia

Aspek-aspek yang perlu dipertimbangkan (Duffy,dkk, 2003):

  1. Kesesuaian dengan kurikulum

Seluruh komponen media yang dipilih, relevan untuk menunjang konsep-konsep kunci kurikulum dan pencapaian tujuan secara signifikan

  1. Interaksi peserta didik

Multimedia yang dipilih member kesempatan yang luas kepada pebelajar untuk berinteraksi dan memberikan motivasi yang signifikan

  1. Mendukung materi pembelajaran

Media yang dipilih menambahkan kualitas materi pembelajaran secara luas, mudah digunakan, dan merupakan kunci untuk pencapaian tujuan pembelajaran

  1. Mudah dimanfaatkan

Semua produk multimedia yang digunakan mudah pemanfaatannya dan memberikan kejelasan kepada pebelajar tentang materi yang dipelajari

  1. Kualitas teknis

Cara kerja media tidak mengandung konflik, atau masalah-masalah teknis, dan mudah dipasang. diperbaiki

Perbedaan Model Pembelajaran, Metode Pembelajaran, dan Pendekatan pembelajaran

Perbedaan Model Pembelajaran, Metode Pembelajaran, dan Pendekatan pembelajaran

ikhsanhidayat28

Model Pembelajaran

Model pembelajaran diartikan sebagai prosedur sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar. Dapat juga diartikan suatu pendekatan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran.

 

model pembelajaran sama juga dengan pendekatan, strategi atau metode pembelajaran. Saat ini telah banyak dikembangkan berbagai macam model pembelajaran, dari yang sederhana sampai model yang agak kompleks dan rumit karena memerlukan banyak alat bantu dalam penerapannya.

Model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran. Berkenaan dengan model pembelajaran, Bruce Joyce dan Marsha Weil (Dedi Supriawan dan A. Benyamin Surasega, 1990) mengetengahkan 4 (empat) kelompok model pembelajaran, yaitu: (1) model interaksi sosial; (2) model pengolahan informasi; (3) model personal-humanistik; dan (4) model modifikasi tingkah laku.

Metode Pembelajaran

Metode pembelajaran adalah cara…

Lihat pos aslinya 799 kata lagi

Aku lelah

images (3)

#NGANTUK #MALAS #LAPER #CURHAT

Beranjak. Ingin beranjak dari kasur berlapis seprai hijau bermotif kodok itu. Hanya sekedar ingin. Nyatanya ia masih tidur terlentang tegak lurus dengan kasur. Kaki di bawah meja komputer. Tumpukan kertas dan buku di sisi kanan-kirinya. Gadis itu menguap, mengucek mata sipitnya yang kekurangan tidur, mengacak-acak rambutnya yang memang sudah berantakan. Ia sadar matahari tersenyum tanpa ragu hari ini namun rasa kantuk telah menguasainya. Ia tak punya jam dinding, ia tak menggunakan jam tangan, dan ia tak ingin duduk melihat jam yang tertera di komputer yang masih menyala dari semalam. Adiknya membuka pintu kamar dengan kasar ingin mengambil helm, mungkin bertujuan membangunkannya. Ia tau saat itu, angka 7 yang tertera di setiap jam di kota itu. Adiknya sudah berangkat kerja. Ia masih dengan posisi semula. Tak bergerak sesentipun.

Matanya berkedip-kedip menatap cahaya yang menyilaukan dari jendela. Ia masih belum sanggup untuk bangkit dan melanjutkan aktifitasnya. Ia beralih menatap langit-langit kamar, lampu masih menyala, ia tak suka pemborosan, tapi enggan untuk mematikannya. Ia menarik nafas dalam dan menghenbuskannya saat melirik printer yang masih menyala.

“Huh..” Keluhnya dan memaksakan diri untuk menopang tubuhnya. Kesal menjalar diseluruh perasaannya. Tumpukan pesan memenuhi ponselnya, panggilan tak terjawab yang semakin membuatnya mengoceh tak karuan. Ia sudah menolak untuk masuk kerja hari ini. Ia semalaman hanya berada disatu tempat, bermain dengan kertas yang berisi tulisan yang membuat mual dan muak. Pagi ini harusnya ia berburu sesuatu sesuai target yang tertera dalam daftar catatan pikirannya kemarin, tapi itu tak mungkin. Meskipun ia terlelap paksa jam 4 menjelang pagi. Ia tak mampu menyelesaikan semuanya.

“Sial..” Kesalnya saat rasa sakit di bagian kepalanya. Masih berusaha merapikan kamar, mematikan lampu, menyapu, dan tentu ia harus mandi. Dalam keadaan lemas ia menuruni tangga. Melakukan segala aktifitas di kamar mandi dengan cepat. Perutnya sudah mengemis makanan.

Susu coklat satu-satunya pengisi perutnya. Tak adan roti pagi ini, tak ada makanan apapun. Dompetnya sedang menipis, ia lupa membeli bahan untuk di masak.

Di depan kaca ia tersenyum miring menatap wajahnya sendiri.
‘Rok okey, baju okey, tas okey, kaos kaki dan sarung tangan okey’ batinya. Ia tak perduli apakah mengunci pintu kamar atau tidak, yang jelas banyak yang sedang menunggunya di tempat yang berbeda. Berlari menuruni tangga dengan sepatu hitam di tangan kanannya.

Ia mendendang ban motornya kesal. Lupa helm, lupa kunci kontak motor. Semakin kesal. Lebih kesal lagi saat ponselnya berdering.

“Iya. SABAR…” hanya melirik ponselnya tak menjawab panggilan itu.

Motornya melaju menuju kampus. Tak ada satu orangpun yang menunggunya. Ia tak ingin kembali ke kos dan bercengkrama dengan kertas-kertas yang menjengkelkan itu. Ia dudu di taman di sekitar perpustakaan. Angin sejuk sedikit menenangkanya. Ia tak perduli dengan tanggapan orang lewat yang meliriknya.

“Huh… Harus sabar.” Gumamnya menasehati diri sendiri.

Samarinda, 25-09-2013 (10:15)

-Miamie Yuents-