Pergi jauh-jauh dariku


298630_423157791075139_1572302640_n

#Sabtu, 14 September 2013 (21:00-Waktu bagian Samarinda)

Seseorang menghancurkan moodku. Aku tak suka disudutkan atau langsung dijat tentang sesuatu.

“Hayooo ngaku saja deh…” Mungkin dia bercanda. Tapi tak suka, tetap saja aku tak suka. Lalu memangnya salah jika aku tak tau harus menjawab apa-apa dan akhirnya memilih menutupi segalanya dengan candaan dan mengalihkan percakapan tak penting itu.

Aku terlalu sensitif jika seseorang mengingatkan tentangmu. Aku terlalu sensitif jika berhubungan tentang ‘Kamu’.  Aku bisa kesal dadakan. Marah dadakan. Bete tiba-tiba dan meledak. Lalu masah bodoh. Lebih tepatnya berpura-pura. Karena kenyataannya perduli. Sedikit. Setidaknya aku mengakuimu sebagai masa laluku. Seseorang yang pernah mengisi hari-hariku, menjadi bagian dari lembaran kisah hidupku.

Aku tak pernah membencimu. Karena aku tak ingin membenci apapun. Aku tak pernah menyesali sedikitpun tentangmu karena hidup tak untuk disesali melainnya disyukuri. Aku tak pernah ingin merusak hariku dengan kenangan tentangmu. Aku tak ingin memaksa. Memaksa diri  tak menginginkanmu. Memaksa diri untuk tak merindukanmu. Memaksa diri untuk berkata ‘Aku baik-baik saja’ namun nyatanya hatiku sedang memanjat untuk terbebas dari jurang dilema besar.

Bodoh. Aku tak suka kata itu. Aku selalu percaya Tuhan menciptakan manusia taka da yang bodoh. Tapi aku mencaci diriku dengan kata itu. Hah. Menyebalkan sekali.

Aku sudah membiarkan watu menyamarkan segala tentangmu. Aku sudah menyuruh ombak membawamu pergi menjauh. Aku sudah memberikan wewenang pada gelap malam untuk menenggelamkan cahayamu dari hidupku. Dua tahun aku melakukannya. Aku hambir berhasil. Aku hampir terbiasa dengan keadaan ini. Namun nyatanya aku menyembunyikan ketidaktenangan ini.

Kali ini aku aku tak perduli rumput yang bergoyang membisikan pada mereka tentang kamu, tentang aku, tentang kita. Aku tak perduli angin menyampaikan apa saja pada mereka. Aku tak perduli. Aku tak perduli apapun kata mereka.

Kumohon. Jika memang kau ingin terus hadir dalam memori ini bersembunyilah di bagian terdalam yang hadir saat aku inginkan saja. Jika kau tak bisa melakukannya ku mohon. Pergilah jauh. Sejauh mungkin yang kau bisa. Pergilah jauh dari diriku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s