Hari ini


100_8623

 

Bukan mahasiswa semester akhir namanya kalau tidak sibuk.  Tentunya yang utama dan pertama yang harus diurus yaitu  pembuat mumet kepala (SKRIPSI).

Hari ini lumayan melelahkan.
Kos- Kampus- Balai Bahasa (Daftar TEOFL) – Sekolah tempat penelitian – Kampus – Kos teman – Kos – Kampus – Perpus – dst…

Akhirnya lupa, dari pagi belum menyentuh apalagi melahap makanan sedikitpun. Alhasil, penyakit perut kambu.

Wajah melas, pulang  ke kos, cuci wajah-tangan-kaki, minum susu colat, ngemil roti. Kebetulan lagi enggak ibadah wajib (maklum cewek). Niatnya mau perbaikin angket penelitian. Eh, malah tertidur di depan leptop dan printer. SKRIPSI jadi bantai. Hahahaha.

Kebangun kaget, gara-gara ada mas galon teriak “Mba galon.”
Ah, senengnya bisa minum puas lagi. Dehidrasi dari kemarin sih. Masnya kelamaan ngantar.

Sms teman. Mau konfirmasi, jadi enggak sih dia di jemput di terminal. Se hari lagi dia mau Yudisium, terus 2 hari berikutnya Wisuda (guwe kapan ya, Desember deh, IsyaAllah, doain ya). Udah, fres ni sayanya dari rasa ngantuk, eh… di balas kalau dia enggak ajdi ke Samarinda hari ini. Uwalahhhhh.

===

Oia tadi sempat ngomborol sama sesesorang di HP.

Alhasil, saya ngomel begini fi FB,

Ya ampun. #banting kepala ke dinding.
Perasaan saya aja, atau emang asli mamanya dia itu enggak berubah sama sekali. Dari dulu perhatian dan lemah lembutnya itu loh, bikin aku ngerasa diistimewain.
Haduh-haduh, ini sayanya kenapa juga kudu malah mikir embel-embel yang lain. Masa lalu ya masa lalu. Kan wajar gitu bersikap sopan, baik, dan akrab, kan timbal balik mamanya juga baik sih. Yang gak sopan itu, kalau ketemu di sapa terus malah cuekin.
Hm… Kenapa juga pake ngebuatkan aku sesuatu yang spesial. Mau nolak kagak sopan, menerima rasanya beban. Terus, kenapa juga aku disuruh ketemu lagi nanti.
#serbahsalah

===

Baiklah, sudah jam 17:03

Adikku yang baru pulang kerja mengagetkan lamunanku. menasehati agar aku lekas membereskan hamburan kertas di sekelilingku, dan beranjak untuk mandi.

Yah, aku setuju, ku pikir aku butuh mengistirahatkan mata dan pikiranku. Sebaiknya membasahi kepala, menggunakan kaos, bersantai dengan secangkit teh di tambah cemilan, dan tentu buku bacaan. Menunggu matahari terbenam.

===

Samarinda, 24 September 2013

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s