Archive | 25 September 2013

Aku lelah

images (3)

#NGANTUK #MALAS #LAPER #CURHAT

Beranjak. Ingin beranjak dari kasur berlapis seprai hijau bermotif kodok itu. Hanya sekedar ingin. Nyatanya ia masih tidur terlentang tegak lurus dengan kasur. Kaki di bawah meja komputer. Tumpukan kertas dan buku di sisi kanan-kirinya. Gadis itu menguap, mengucek mata sipitnya yang kekurangan tidur, mengacak-acak rambutnya yang memang sudah berantakan. Ia sadar matahari tersenyum tanpa ragu hari ini namun rasa kantuk telah menguasainya. Ia tak punya jam dinding, ia tak menggunakan jam tangan, dan ia tak ingin duduk melihat jam yang tertera di komputer yang masih menyala dari semalam. Adiknya membuka pintu kamar dengan kasar ingin mengambil helm, mungkin bertujuan membangunkannya. Ia tau saat itu, angka 7 yang tertera di setiap jam di kota itu. Adiknya sudah berangkat kerja. Ia masih dengan posisi semula. Tak bergerak sesentipun.

Matanya berkedip-kedip menatap cahaya yang menyilaukan dari jendela. Ia masih belum sanggup untuk bangkit dan melanjutkan aktifitasnya. Ia beralih menatap langit-langit kamar, lampu masih menyala, ia tak suka pemborosan, tapi enggan untuk mematikannya. Ia menarik nafas dalam dan menghenbuskannya saat melirik printer yang masih menyala.

“Huh..” Keluhnya dan memaksakan diri untuk menopang tubuhnya. Kesal menjalar diseluruh perasaannya. Tumpukan pesan memenuhi ponselnya, panggilan tak terjawab yang semakin membuatnya mengoceh tak karuan. Ia sudah menolak untuk masuk kerja hari ini. Ia semalaman hanya berada disatu tempat, bermain dengan kertas yang berisi tulisan yang membuat mual dan muak. Pagi ini harusnya ia berburu sesuatu sesuai target yang tertera dalam daftar catatan pikirannya kemarin, tapi itu tak mungkin. Meskipun ia terlelap paksa jam 4 menjelang pagi. Ia tak mampu menyelesaikan semuanya.

“Sial..” Kesalnya saat rasa sakit di bagian kepalanya. Masih berusaha merapikan kamar, mematikan lampu, menyapu, dan tentu ia harus mandi. Dalam keadaan lemas ia menuruni tangga. Melakukan segala aktifitas di kamar mandi dengan cepat. Perutnya sudah mengemis makanan.

Susu coklat satu-satunya pengisi perutnya. Tak adan roti pagi ini, tak ada makanan apapun. Dompetnya sedang menipis, ia lupa membeli bahan untuk di masak.

Di depan kaca ia tersenyum miring menatap wajahnya sendiri.
‘Rok okey, baju okey, tas okey, kaos kaki dan sarung tangan okey’ batinya. Ia tak perduli apakah mengunci pintu kamar atau tidak, yang jelas banyak yang sedang menunggunya di tempat yang berbeda. Berlari menuruni tangga dengan sepatu hitam di tangan kanannya.

Ia mendendang ban motornya kesal. Lupa helm, lupa kunci kontak motor. Semakin kesal. Lebih kesal lagi saat ponselnya berdering.

“Iya. SABAR…” hanya melirik ponselnya tak menjawab panggilan itu.

Motornya melaju menuju kampus. Tak ada satu orangpun yang menunggunya. Ia tak ingin kembali ke kos dan bercengkrama dengan kertas-kertas yang menjengkelkan itu. Ia dudu di taman di sekitar perpustakaan. Angin sejuk sedikit menenangkanya. Ia tak perduli dengan tanggapan orang lewat yang meliriknya.

“Huh… Harus sabar.” Gumamnya menasehati diri sendiri.

Samarinda, 25-09-2013 (10:15)

-Miamie Yuents-