Archive | 27 September 2013

Pemilihan Media dalam Pembelajaran

Pemilihan Media

Seorang guru harus dapat menentukan media yang paling tepat untuk pelaksanaan kegiatan pembelajaraan. Konsep “kerucut pengalamaan” dari “Edgar Daie” memperlihatkan analisis dalam perlakuan variabel-variabel pembelajar dan bukan pada variabel tugas. Dalam pemilihan media, Gagne dkk (1988) menyarankan perlunya mempertimbangkan:

  1. Prinsip-prinsip umum

    a. Variabel tugas

    b. Variabel pembelajar

    c. Lingkungan belajar

    d. Besarnya biaya sekolah

    e. Ukuran ruangan kelas

    f. Kemampuan mengembangkan materi baru

    g. Ketersediaan radio, televisi, atau perlengkapan lain

    h. Kemampuan guru dan kesediaan untuk usaha-usaha mendesain pembelajaran

    i. Ketersediaan bahan-bahan modul untuk pembelajaran individual

    j. Sikap pemimpin sekolah maupun guru terhadap inovasi

    k. Arsitektural sekolah

    l. Lingkungan pengembangan

    Jelas seakan-akan sia-sia untuk merencanakan penyajian yang baik, bila pengembangan sumber-sumber tidak mendukung untuk tugas tersebut, misalnya ketersediaan waktu, pengembangan personel.

    m. Ekonomi dan budaya

    Dalam pemilihan media perlu mempertimbangkan apakah media itu dapat diterima oleh si pemakai dan sesuai dengan sumber dana serta peralatan yang tersedia, juga sikap mereka.

  1. Faktor-faktor praktis

    a. Besarnya kelompok yang dapat ditampung dalam suatu ruangan

    b. Jarak antara penglihatan dan pendengaran untuk penggunaan media

    c. Seberapa jauh media dapat mempengaruhi respon pebelajar atau kegiatan lain untuk kelengkapan umpan balik

    d. Adakah penyajian itu sesuai dengan respon pebelajar

    e. Apakah stimulus pembelajaran menuntut gerak, warna, gambar, kata-kata lisan, atau tertulis

    f. Apakah media yang dipakai mempunyai urutan yang pasti

    g. Media manakah yang paling mendukung kondisi belajar untuk pencapaian tujuan

    h. Media manakah yang lebih lengkap untuk maksud peristiwa-peristiwa pembelajaran tersebut

    i. Media yang dipandang kemungkinan lebih efektif bagi pebelajar perlu ditentukan apakah perangkat lunak dapat disimpan dan bernilai

    j. Apakah guru memerlukan training tambahan

  1. Model tertutup dan model terbuka dalam pemilihan media

    a. Model tertutup

    Model tertutup adalah model pemilihan model bila seseorang akan menentukan media yang akan digunakan, kemudian bertindak menyeleksi atau mengembangkan. Berilah tujuan khusus yang sama, desainer yang berbeda dengan berbagai pengalaman dalam pengembangan pembelajaran, satu sama lain mungkin menggunakan media yang berbeda , bila beberapa tujuan tersebut diperkirakan lebih baik menggunakan media lain.

    b. Model terbuka

    Dalam model terbuka, seorang designer khususnya senior melakukan pemilihan media, kemudian menugaskan seseorang yang berkeahlian khusus dalam mengembangkan media yang dipilihnya tadi. Gagne (1988) model ini mengarah pada pemilihan media yang lebih baik untuk suatu unit kecil pembelajaran.

 ================

Pemilihan Untuk Multimedia

Aspek-aspek yang perlu dipertimbangkan (Duffy,dkk, 2003):

  1. Kesesuaian dengan kurikulum

Seluruh komponen media yang dipilih, relevan untuk menunjang konsep-konsep kunci kurikulum dan pencapaian tujuan secara signifikan

  1. Interaksi peserta didik

Multimedia yang dipilih member kesempatan yang luas kepada pebelajar untuk berinteraksi dan memberikan motivasi yang signifikan

  1. Mendukung materi pembelajaran

Media yang dipilih menambahkan kualitas materi pembelajaran secara luas, mudah digunakan, dan merupakan kunci untuk pencapaian tujuan pembelajaran

  1. Mudah dimanfaatkan

Semua produk multimedia yang digunakan mudah pemanfaatannya dan memberikan kejelasan kepada pebelajar tentang materi yang dipelajari

  1. Kualitas teknis

Cara kerja media tidak mengandung konflik, atau masalah-masalah teknis, dan mudah dipasang. diperbaiki

Perbedaan Model Pembelajaran, Metode Pembelajaran, dan Pendekatan pembelajaran

Perbedaan Model Pembelajaran, Metode Pembelajaran, dan Pendekatan pembelajaran

ikhsanhidayat28

Model Pembelajaran

Model pembelajaran diartikan sebagai prosedur sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar. Dapat juga diartikan suatu pendekatan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran.

 

model pembelajaran sama juga dengan pendekatan, strategi atau metode pembelajaran. Saat ini telah banyak dikembangkan berbagai macam model pembelajaran, dari yang sederhana sampai model yang agak kompleks dan rumit karena memerlukan banyak alat bantu dalam penerapannya.

Model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran. Berkenaan dengan model pembelajaran, Bruce Joyce dan Marsha Weil (Dedi Supriawan dan A. Benyamin Surasega, 1990) mengetengahkan 4 (empat) kelompok model pembelajaran, yaitu: (1) model interaksi sosial; (2) model pengolahan informasi; (3) model personal-humanistik; dan (4) model modifikasi tingkah laku.

Metode Pembelajaran

Metode pembelajaran adalah cara…

Lihat pos aslinya 799 kata lagi