Archive | 23 Januari 2014

Dia

011213-356s

Dia seperti cahaya di ujung perjalanku dalam lorong gelap. Meski sekali-kali ia redup juga, aku tetap percaya dia tangguh. Aku merasakan kehangatannya, semakin dekat semakin terasa hangat. Dia membuatku nyaman. Aku suka. Aku sesekali menginginkanya selamanya— Tuhan, Kau tau itu.

SMD -23/01/14

Dia kembali… kembali hadir. Sosok yang dulu aku sayangi dengan tulus. Tuhan aku sudah tak sepenuhnya memiliki rasa itu lagi. Dan kini ia seolah ingin memperbaiki segalanya. Yah, aku sadar dia satu-satunya yang pernah mengisi hati ini. Namun Tuhan kali ini perasaanku telah berpaling pada sosok lain.

Dia yang jauh di sana. Dia yang entah memiliki rasa dan harapan sama denganku. Bukan dia yang di sini kini. Bukan dia yang dulu masa laluku. Aku ingin dia yang membuatku nyaman akan hadirnya. Meski aku tak tau sesungguhnya bagaimana hadirku baginya. Tapi kini aku sadar dia yang jauh di sana, dialah yang kuharapakan menjadi masa depanku. setidaknya itu jujur dari hatiku kini. Entah nanti jika, Engkau menghadirkan sosok lain yang akan menjadi pasangan hidupku. Tuhan… Kau tau segala apa yang kurasakan, bahkan Kau lebih paham apa yang sesungguhnya terjadi, kuserahkan segalanya padaMu, aku percaya yang terbaik adalah pilihanMu.

Aku juga tak bisa selalu mengharapkan hal yang jauh dari nyata. Aku tau, tapi biarkan aku merasakan perasaan bahagia ini mensyukuri hadirnya di dunia. Aku ikhlas jika kelak aku memiliki orang lain, begitu pula jika akhirnya ia lebih dulu memiliki sosok yang luar biasa di sisinya. Aku sangat rela.

Tuhan… Kau mampu membolak-balikkan perasaan. Kaulah yang akan menentukan segalanya. Jadi sah saja jika aku meminta padaMu saat ini, agar harapanku menjadi nyata. Aku tak memaksa, tapi aku tak bisa berdusta aku menginginkanya. Entah mengapa aku begitu yakin dialah sosok yang akan menuntunku menuju surgaMu.

Tuhan… Dekatkkan dia, berikan perasaan yang sama jika dia yang terbaik untukku. Rasa nyaman dan sayangku mulai tumbuh. Dan nanti jika aku harus menebas tunas itu bahkan saat belum berdaun. Ikhlaskan aku sesuai janjiku.

🙂