NASEHAT SEORANG PENULIS


NASEHAT SEORANG PENULIS

Salah satu kesalahan fatal penulis pemula adalah menjadikan aktivitas menulis sebagai sebuah pekerjaan yang iseng, tidak serius, dan hanya untuk mengisi kekosongan saja. Mereka akan menulis ketika ada waktu luang, lalu berhenti menulis ketika kesibukan mendera hari-hari mereka.

Penulis pemula sering kali beranggapan bahwa aktivitas menulis adalah aktivitas iseng-iseng berhadiah. Tidak dijalani serius, setengah-setengah saja. Maka, lihatlah, banyak sekali orang-orang yang awalnya berkeinginan kuat menjadi penulis, lalu berguguran di tengah jalan karena merasa menemukan jalan buntu.

Selain Telling not Showing, menjadikan aktivitas menulis sebagai kegiatan iseng juga sebuah kesalahan fatal.

Ingatlah satu prinsip, sesepele apapun aktivitas yang anda lakukan, jika dilakukan dengan konsisten dan fokus, maka akan menghasilkan buah yang manis dan menggembirakan. Orang yang hobi memasak, cobalah tekuni hobinya. Beberapa tahun lagi, tidak menutup kemungkinan ia akan menjadi koki handal. Orang yang hobi menggambar, cobalah fokus dan tekuni, nanti, boleh jadi ia akan menjadi pelukis ternama Indonesia.

Begitu juga dengan menulis. Anda ingin menjadi novelis? Ingin menjadi penulis yang karya-karyanya disukai dan dinanti oleh khalayak ramai? Maka fokuslah menulis. Fokus itu tidak menjadikan menulis sebagai pekerjaan iseng-iseng berhadiah. Ada target dan jadwal yang tersusun rapi. Ada indikator-indikator keberhasilan dan evaluasi.

Jadi, jika sudah bekerja dan ingin menjadi penulis, kita harus resign ya?

Tidak harus. Saya hanya menganjurkan untuk fokus dan konsisten. Jangan iseng-iseng. Jika anda sudah bekerja dan mempunyai keinginan kuat menjadi penulis, maka cukup mencari waktu-waktu yang menurut anda luang dan bisa dimanfaatkan. Pakai waktu ini untuk menulis setiap hari. Tidak perlu lama-lama, satu jam saja setiap hari dan konsisten.

Saya benar-benar tidak punya waktu luang untuk menulis dan ingin menjadi penulis, bagaimana dong?

Ya sudah, jika anda percaya pada mimpi anda, punya keinginan kuat mewujudkannya, maka resign menjadi pilihan terbaik. Tapi, ingat, menjadi penulis tetap butuh waktu, tidak ada yang sim salabim.

Jadi, keputusan tetap di tangan anda. Ingin menjadi penulis, sediakan waktu minimal satu jam saja setiap hari untuk fokus menulis. Satu jam itu sudah sangat minimal. Jika menyediakan waktu satu jam saja tidak bisa, maka mungkin lebih baik berhenti bermimpi menjadi penulis handal.


Kata Om Koko : https://www.facebook.com/koko.a.saputro?fref=nf

–yang diposting di KMB : https://www.facebook.com/groups/KomunitasBisaMenulis/

Nasehat ini seperti menampar kesadaranku. Selama ini aku banyak menulis hanya sebagai ekspresi dan hobi saja, mirip yang dikatakan di atas “telling not showing”, Sejak remaja aku memang suka menulis apa saja yang berkecamuk dalam pikiran maupun perasaan. Bahkan pada jaman itu belum ada alat alat secanggih jaman sekarang, sehingga aku banyak menulis di buku buku tulis. Entah sudah berapa puluh buku, sebagian ada yang hilang bercampur buku pelajaran yang diloakkan.

Sampai saat ini akupun hanya menulis di notes sosial media, dan baru baru ini kadang menulis di Grup KBM yang luar biasa ini. Belum jelas keputusan diriku apakah aku akan menjadi seorang penulis, sehingga menjadi rancu apakah aku pantas disebut penulis pemula.

Ada sebagian orang yang memutuskan diri seutuhnya menjadi seorang penulis. Banyak pula yang masih mempunyai karir dan pekerjaan di luar penulisan tetapi mampu menghasilkan buku. Dalam dunia nyata aku mempunyai beberapa orang teman yang karirnya di luar penulisan tapi berhasil menulis beberapa buku. Salah satu temanku dokter umum di Jakarta, sampai saat ini telah menghasilkan lima buku, dua buku di antaranya bahkan tak berhubungan dengan dunia kesehatan. Satu lagi temanku mengaji waktu SMA sekarang menjadi seorang dokter spesialis bedah, di antara kesibukannya melayani pasien ternyata masih mampu menghasilkan sebuah novel islami.

Aku hanya ingat sebuah ungkapan yang hebat
JIKA ENGKAU INGIN MENGENAL DUNIA BANYAKLAH MEMBACA BUKU
JIKA ENGKAU INGIN DUNIA MENGENALMU BANYAKLAH MENULIS BUKU

Bagaimana dengan anda?

===

Dan, kata saya :

Aduh, ngerasa banget saya. Baru beberapa hari ini mempertanyakan kediri sendiri tentang keinginan menjadi penulis atau hanya pelampiasan kebosanan sehingga jadi hobby iseng-iseng (menulis).

Aku selalu suka menulis, tapi tidak PD dan sering kali menjadikan kesibukan sebagai alasan.

Baca ini menyadarkanku, benar-benar menampar kata-katanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s