Ke Yalimo ikut peresmian (Kesempaan langka) #2


#1

https://minurmi.wordpress.com/2014/12/04/ke-yalimo-ikut-peresmian-seru-senang/

====

100_1643

100_1665

Jauh kaki berjalan, langkah kaki sudah sampai di km 44

100_1650

Sebenarnya ngarep ada kendaraan yang lewat, jadi tinggal ajungkan telunjuk–boleh ikut. Tapi itu ternyata emang cuma harapan.

100_1654

Cape. Tapi sudah dekat, dekat menurut pandangan mata. Lihat yang di ujung jalan yang ada warna putih atap. Itu tempat acara.

100_1756

Narsis dung. Btw, jangan heran kalau perempuan di Papua banyak yang berkumis tebal, bahkan ada yang berjanggot loh.

Yalimo - Papua

“Kaka, boleh pinjam tidak?”—Mau narsis

?????????? ?????????? ?????????? ????????????????????Peresmian1

Lihatlah wajah-wajah itu…

Senang rasanya bisa mengenal mereka. Meskipun Meskipun acara persemian (02/12/2014) di kab. Yalimo sedangkan saya mengabdi (SM3T) di kab. Jayawijaya, dengan sennag hati mereka menyambut saya. Mereka tak sedikitpun membuat saya merasa berbeda. Dari sekian ratus orang, akulah satu-satunya yang muslim diacara itu.

“Ibu guru, maaf e. Kita tidak masak ayam. Terima kasih sudah datang, semoga senang melihat tradisi Papua.” Ucap bapak panitia menjabat tangan dan tersenyum padaku.

“Ah. Tidak papa toh Bapak. Saya hanya ikut acara saja. Terima kasih sudah dipernolehkan mengfoto dan vidio. Bahkan semua orang di sini membuat saya senang. Terima kasih juga bapak sudah mau saya tanya-tanya banyak.”

Terima kasih untuk semuanya. Maaf aku tak menyentuh makanan apapun meskipun ku tau memakan ubi enak. tapi maaf aku tak bisa karena sayuran, ubi, dan yang lain digabungkan dengan Wam (babi) dalam proses ‘Bakar batu’ ini. Menjadi bagian keramaian saja aku sudah sangat senang.

Ikut dalam tarian kalian sebagai suka cita membuatku lelah tapi sungguh, ini menyenangkan. Tertawa, dan tak merasa malu bersama kalian.


*Jangan tanya soal perjalanan menuju tempat acara sesuatu sekali.

Naik truk sempit-sempitan, jalan naik turun sampe 5 km gak masalah karena semua terbayar dengan hal yang luar biasa. Aku benar-benar menyaksikan dengan mataku sendiri dengan jarak hanya cm. Bahkan para mama tidak sabar memanggilku ke sana ke sini. Anak-anak yang tertawa saat ku ajak berbicara, tersipu malu dengan senyum mereka. Mereka yang berebut minta di foto, merangku saat berpose, bahkan sengaja mecolek-colek kakiku dari belakang saat aku berpose dengan yang lain. Lalu kami tertawa.

Bahkan membicarakan murid-murid saya dengan mama atau keluarga mereka saat mereka tau aku mengajar di SD Inpres Isiama. Acara ini dihadiri oleh berbagai kampung. Wajar saja jika ada orang tua murid saya di sana, bahkan ada murid-murid saya juga. đŸ™‚ Ha ha ha

_____

Sebelum pulang, foto-foto bersama deretan panitia, pejabat daerah, para kepala suku lengkap dengan kostum mereka. Ah, sayang HPku mati. Jadi mereka saja yang punya foto-foto itu—Gak tau cara mintanya ke mereka. Belum tentu ketemu lagi.

Lagi, dan lagi. Berfoto bersama beberapa orang yang saat ini saya lupa nama-nama mereka serta apa saja pekerjaannya. Yang jelas yang ku ingat, bapak pendeta yang pake jas biru pudar, bapak yang tau dan pernah ke Samarinda–UNMUL yang pake jas hitam, dan salah satu panitia yang bergabung dalam organisasi Biologi gitu deh (–seIndonesia jadi dia punya banyak teman di mana-mana).

____

Pulang terlalu sore. Matahari hampir terbenam di antara gunung-gungung. Lama menunggu, syukurlah ada mobil yang  mau stop.

Ah, maaf ya mas sopirr. Warga di sini agak sedikit keras kepala, mereka berebut mau ikut. Ya—Syukurnya sebagian  bersedia turun lagi karena mas menegurnya. Cckckc

Yalimo Papua

??????????Yalimo Papua..

Yalimo..

Yalimo

??????????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s