Archive | 13 Desember 2014

Undangan Natal (SD YPK Betlehem Wamena)

Ellen, begitu kami sering memanggil guru SM3T yang diberi amanah untuk mengabdi di SD YPK Betlehem. Gadis berdarah Batak-Dayak ini satu-satunya teman SM3T dari UNMUL yang mendapat tempat sekolah di kota.

SD ini salah satu sekolah yang selalu terbaik dalam akademik atau prestasi lainnya, selain itu SD ini sekolah yang selalu meramaikan perayaan. Terlebih natal, YPK (Yayasan Pendidikan Kristen) Betlehem memiliki banyak siswa. Kelas yang banyak setiap tingkatan misalnya kelas 1 (1A, 1B, 1C) dst.

Sebenarnya tidak hanya disekolah ini saja, namun sudah menjadi rahasia umum jika ada event langsung dana diberikan ke kelompok partisipasi. Contoh, Karnaval–langsung diberikan dana ke kelompok untuk mengurusi segala keperluan seperti makan dll.

Begitu juga saat perayaan natal di sekolah ini akan dilakukan. Dana untuk makanan siswa dan orang tua langsung diberikan tanggung jawab pada sang wali kelas.

20141213_110753

Foto bersama dengan Kepala sekolah dan beberapa teman SM3T serta guru-guru yang sudah pensiun

??????????

Ini dia bentuk undangan yang diberikan oleh Ellen yang ditujukan kepada kami dari sekolah.

3

Pagi yang sibuk untuk kami (Me, Ellen, Wira, Ochi)

12

Ellen (sang Wali kelas 3, SD YPK Betlehem Wamena) merupaka guru SM3T. Ellen sedang mempersiapkan menu ayam.

4

Ini dia suasana di dapur, di rumah salah satu keluarga Wira (Nang Boru–Wira memanggilnya)

5

Suasana acara natalan yang dimulai dari pukul 09:00 waktu Wamena 🙂

??????????

Kebaikan hati memang sesuatu yang luar biasa. Oia, di foto ini (Ochi) sedang mengikatkan pita baju anak asli Papua, akrab kan? baru kenal loh 😀

Camera 360

Murid kelas 3 SD YPK Betlehem

20141213_110102

Numpang foto sama pohon natal boleh?

“Narsislah sebelum ada undang-undang yang melarang hal itu.”1 2

Bersambung ya… sinyal jelek.

Berbagi Kasih (Bakti Sosial) SD Inpres Isaima (Jayawijaya) #1

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 11 Desember 2014.

Asal mula tercetusnya kegiatan ini adalah guru SM3T yang ditempatkan di kabupaten Jayawijaya, tepatnya di sekolah SD Inpres Isaima merasa perlu melakukan sesuatu selain mengajar dan juga untuk membantu masyarakat, khususnya anak-anak sekolah dalam kehidupan sehari-hari.

Wira Tarmi Magdalena Sitorus (Wira) dan Nurmiati (Nurmi) yang berasal dari Kalimantan Timur mencoba menanyakan dengan teman-teman asal tentang ide bakti sosial untuk anak-anak Papua (Khususnya murid mereka). Nurmi yang menginginkan murid-muridnya merasa senang dan ingin mereka tidak menggunakan seragam yang sudah sobek atau tak berseragam menjadirapi dan benar-benar semangat kesekolah, ternyata terpikirkan oleh Wira yang menjadi teman sepengabdian di SD Inpres Isaima ini.

20141211_100642

Teman-teman Gereja Wira bersedia mengirimkan pakaian layak pakai dan seragam-seragam sekolah ke Papua. N KHBP Balikpapan mengirimkan 50 kg barang yang pengiriman dilakukan  bulan November dan diterima di Wamena awal Desember.

Kegiatan ulangan semester dan kegiatan-kegiatan lain yang membuat pelaksanaan baksos ini tergeser beberapa hari.

Baksos5

Kegiatan pemisahan pakaian berdasarkan kelas dan jumlah perempuan laki-laki serta kecocokan besar kecilnya anak Isiama, 10/12/14 Pukul 20:10

100_1887

Selain pakaian sehari-hari juga terdapat pakaian seragam sekolah

20141211_091411

Ellen (Guru SM3T SD YPK Betlehem Wamena) dan Wira

100_1878

100_1879

Dalam kegiatann ini bersama dengan kepala sekolah dan salah satu guru, kami membagikan pakaian dan seragam-seragam sekolah.

Baksos Isaima

100_1853 20141211_093637

Lihatlah wajah-wajah senang mereka

100_1896

20141211_111949 20141211_092700 20141211_09382120141211_092755

Baksos2 100_1842

Kegiatan ini rencananya akan dilakukan lagi, namun diutamakan seragam pramuka. Menurut saya (Nurmi), pemerintah tidak memberikan kepada sekolah seragam pramuka, sedangkan hal ini juga merupakan hal yang penting,

100_1844 100_1845 100_1846 100_1853 100_1830

Selain untuk anak-anak sekolah SD Inpres Isaima, sebagian pakaian ini diberikan kepada keluarga anak-anak ini.

Dan, juga setelah masa tugas berakhir nanti, seluruh peserta guru SM3T dari LPTK Universitas Mulawarman berencana menyumbangkan sebagian besar pakaian dan barang-barang mereka kepada yang membutuhkan.

Bagi teman-teman yang mau membantu atau punya ide yang cemerlang yang cocok dan mendukung sekolah dan mau bekerja sama dengan guru-guru SM3T di pelosok Jayawijaya silahkan hubungi (miamie1010@gmail.com) atau langsung komen di blog kami (sm3tunmul.blogspot.com)

Malas (12/12/14)

Kabut pagi ini begitu tebal, bahkan lebih dari kemarin dan kemarinnya. Aku menyipitkan mataku yang silau terkena cahaya dari gorden jendela yang dilipat sedikit oleh temanku sebelum ia pergi. Aku menoleh ke arah pintu kamar yang terbuka. Temanku sudah pergi mengambil air bersih untuk mandi.

“Aw…” Teriakku menahan sakit kepala yang tak juga hilang dari semalam. Suaraku sedikit tertahan saat menyadari masih ada seseorang yang berbaring di sisi kiriku, dia sedang sakit perut dari semalam. Belum lagi, seluruh badanku yang terasa remuk dan kaki tangan yang begitu dingin. Aku benar-benar malas bangkit dan menyambut mentari.

Bagaimana tidak sakit kalau seminggu ini benar-benar menguras tenaga. Ke sana sini, ini itu melakukan tugas. Ah, abaikan pikiran yang mendorong untuk menyesal, nikmati saja sakitnya dan syukuri kesenangan saat berhasil melaksanakan tugas dengan hasil yang memuaskan.

Aku menarik selimutku menutupi seluruh kepalaku meskipun ku tau saat ini sudah 5:15 dan aku kemarin telah merencanakan untuk pergi mencuci. Ponselku berdering, kuraba sekitarku mencari.

“Hallo,” Suaraku yang berat membuat orang yang di seberang sana langsung mengetahui.

“Wa’alaikumsalam… Ade sakit?”

“Enggak kok. . . Hanya lagi malas bergerak.”

“Tumben kan. Memangnya sudah selesai acara-acaranya?”

“Selesai yang sudah selesai kak. Masih banyak yang menanti. Tapi, hari ini bisa istirahat.”

“Mmm… Matahari hari ini gimana?”

“Lagi sedih, terhalang kabut.”

“Bentar lagi juga kabutnya ilang terus mataharinya senyum lagi. Iya kan de?”

“Hehe. Iya, iya kak. Tar lagi ya. Ade masih pusing.”

“Oke, Ade. Aku yakin ade kuat dan selalu semangat seperti biasanya kok.Hehe,”

Dia selalu begitu, khawatir tapi aku selalu suka pikiran positifnya. Dia seperti mentari yang sinarnya menyadarkanku untuk terus melangkah maju meski langkahku pelan tapi pastikan aku tersenyum menjalaninya.