Pasir Putih di Atas Gunung (Kurulu – Jayawijaya)


Sebuah pasir putih ternyata tidak hanya berada di pantai, di Distrik Kurulu (Jayawijaya), tepatnya di Libarek terdapat sebuah pasir putih yang banyak, keluar dari balik bebatuan di atas gunung.

IMG_1522

Jalan masuk menuju pasir putih yang berada diantara bebatuan besar berwarna abu-abu.

Sekilas terlihat dari jauh, pasir-pasir ini tidak banyak namun semakin mendekat dan naik ke atas pasir-pasir ini begitu banyak.

DSC_0316

Moment Narisss :3

IMG_1568

Pasir-pasir ini sangat putih dan halus.

Inilah pemandangan dari atas batuan besar. Tampak di bagian belakang kami daerah distrik Kurulu. Indah kan? Inilah alam negeri kita, menakjubkan.
Haha5

Teman baru bukan berarti malu-malu untuk berekspresi bersama, selfie dan menikmati hari-hari yang menyenangkan bersama.  mengenal mereka baru beberapa hari tapi rasanya seperti sudah mengenal mereka lama karena sikap welcome mereka terhadapku. Thanks—

cats

With kak (Salam, Siswanda, Budi)

Haha1  Haha2

12 Januari 2015

Siang setelah sholat Zuhur (karena kami dari Mumi Jiwika–Kami menumpang sholat disalah satu pos teman SM3T yang ditempatkan di SMP-SMA Kurulu), lalu kami menumpang kendaraan truk yang menuju ke kota. Di desa Libarek tepatnya di pasir putih, kami turun dari truk. Satu persatu kami mengucapkan terima kasih atas kebaikan hati sang sopir.

Tanpa menunggu lama kami langsung menuju ke tempat wisata yang cukup terkenal ini. Tidak terlalu jauh dari jalan sekitar 200 m dari jalan raya, dan terlihat jelas jika kita dari kota ataupun menuju kota melewati jalan raya.

Saat teman bertanya, bayar atau tidak. Aku juga bingung, sebagian teman yang pernah kesini bilang bayar 1000/orang tapi ada juga yang bilang 50.000 atau 100.000/rombongan sesuai dengan tawaran yang berhasil di lakukan. Nyatanya, di sini tidak ada pos tempat pembayaran apa lagi orang yang menjaga. Da, kata teman lagi, biasanya orang di sekitar sinilah yang meminta bayaran semaunya.


Dari jalan pasir putih ini terlihat biasa saja, sekumpulan batu dengan garis pasir putih ditengah-tengahnya, memanjang seperti air yang mengalir turun. Namun, semakin dekat dan mendekat barulah kau menyadari bahwa batuan di sini sangatlah besar.

Masih di bagian bawah bebatuan, sibuk dengan suasana hati dan kegiatan masing-masing. Aku membuat tulisan diatas pasir memotretnya dan membuat sebuah vidio mini saat jari telunjukku menuliskan huruf satu persatu nama orang-orang yang terpikirkan begitu saja olehku.

Seolah tak sabar, beberapa menit kemudian kami mulai berjalan mendaki menaiki bebatuan besar. Jika menginjak bagian pasir maka kamu akan menyadari betapa tebalnya basir-pasir ini, selain begitu putih, pasir-pasir ini juga begitu halus.

Tidak lengkap jika ketempat keren gak narsis, heheh. Untuk kenang-kenangan dan sebagai rasa senang begitu banyak foto dengan berbagai ekspresi masing-masing, baik moment sendiri atau bersama-sama.
Semakin ke atas semakin sedikit pasir yang terlihat tetap masih ada dan masih ada lagi. Sebelum berada dibagian atas kalian akan berpikir ini hanya sebuah bukit tapi nyatanya berjalan menanjak di anatara batuan besar benar-benar membuatmu terengah-engah.

Semakin keatas dan semakin keatas. Aku berusaha mengingatkan teman-teman baruku ini untuk berhenti cukup di ketinggian itu, karena menurut berita yang saya dengar ‘Dilarang untuk naik hingga puncak karena ditakutkan akan ada orang dari balik gunung membawa parang atau hal lain yang berbahaya, entah dia mabuk atau tidak yang jelas ditakutkan akan memalak atau meminta harta benda’.

Mereka mengiyakan, aku tersenyum karena senang, meskipun begitu aku juga penasaran sebenarnya seperti apa pemandangan dibalik bukit ini, menurut hayalanku terlihat jalan ke kota bahkan mungkin isi kota, dan di kaki bukit terdapat kampus. Lalu jika mengangkat wajah lebih keatas dan keatas lagi akan merasasejajar dengan gunung-gunung yang membentang seperti pinggiran mangkuk (ditengah mangkuk adalah kab Jayawijaya ini).

with2-horz

Cewek yang pakai baju biru namanya Fresti. 🙂


Kalau kamu ke Jayawijaya, jangan lupa ya ke tempat wisata ini ‘Pasir Putih’. Dan mungkin saat kalian berkunjung sudah bayar, hehehe. Saat ini sudah di bangun tiga pos tempat peristirahatan loh. 🙂

5 thoughts on “Pasir Putih di Atas Gunung (Kurulu – Jayawijaya)

Tinggalkan Balasan ke Nurmi Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s