5K yang tidak sesuai


10371642_929011340472176_2903335933151650360_n

*Tanggapan pribadi

Dari 5K ini harusnya akan menjadikan anak-anak didik kita bisa belajar dengan baik dan tentu merasa nyaman.

Bagaimana di sekolah tempatku mengajar? Bagaimana keadaan sebagian besar sekolah yang tertinggal di sini?

  1. KEAMANAN

Sebenarnya dalam lingkup sekolah aman. Tapi secara kesuluruhan daerah Jayawijaya dan sekitarnya bagi saya tak aman. Kenapa? Jika saya jabarkan terlalu panjang. Intinya, karena disini tingkat kriminal tinggi dan sering adanya perang suku maka sekolah sering diliburkan serta aktivitas lumpuh.

  1. KETERTIBAN

Bagaimana mau tertib. Jika jam masuk sekolah dan jam pulang di sebagian besar sekolah di distrik tidak jelas. Bahkan jumlah pegawai dan guru yang terdaftar dan yang mengajar sangat tidak wajar, masih syukur jika mereka hadir di sekolah. Kasih anak-anak ini.

  1. KEKELUARGAAN

Rasa kekeluargaan mereka tinggi, tapi dalam hal tertentu. Karena keadaan keluarga, lingkungan, serta sekolah yang tidak teratur jadilah anak-anak ini sulit untuk saling menghargai. Mereka masih sering salinh memaki dalam bahasa daerah, dan memukul teman ketika kesal.

  1. KEBERSIHAN

Nah. Ini yang sangat jauh dari apa yang diharapkan. Kuperkirakan 80% lebih masyarakat di sini tidak menggunakan alas kaki. Bagaimana dengan anak sekolah? Jangan harap seragam dan keadaan mereka sama dengan murid di sekolah elit.
Masih bersyukur jika anak itu menggunakan seragam meski mulai berbeda warna dan sobek dibagian bahunya.
Murid di sini: tas mereka berupa noken (tas ayaman tali khas papua), tidak menggunakan alas kaki, tidak semua memiliki seragam, ke sekolah masih banyak yang tidak membawa buku dan pulpen, dan yang akan semakin membuatmu miris—angka sebelas yang menganggu pemandangan. Kuku mereka panjang dan kotor. Baju yang tidak dicuci berhari-hari. Lalu sering kali tak mandi pagi. Jika keramas menggunakan deterjen. Dan hal aneh bagiku tapi biasa bagi mereka.

  1. KEINDAHAN

Pertama hadir di sini, melewati jalan-jalan berbunga membuatku tersenyum senang. Ketika tiba di depan pagar sekolah.

Ini kah? Hanya sebuah deretan ruangan dengan halamam luas berumput dan tiang bendera yang harus dipasang serta diturunkan berserta tiang besinya. Lalu ternyata ruang kantor yang sempit dan tak teratur membuayku mengelus dada. Ruang belajar dengan lantai rusak dan debu berhambur saat disapu, bagian depan semua kayu tapi lihatlah bagian belakang yang hanya kawat-kawat tanpa korden. Selain itu fasilitas apa yang ada di kelas? Peta yang sobek, penghapus yang berhambur dan mulai rusak. Tak ada lemari buku dan meja guru khusus–bertaplak,dll.

Belum lagi ruang kelas yang hanya berjumlah 5, laba-laba di setiap sudut, bangku dan meja penuh coretan.

Dan hal-hal lain yang menurutku membutujkan perubahan yang bertahapa.

Akulah yang harus bertindak! Tekatku dalam diri. Setidaknya untuk sekolah kumengabdi setahun. SD Inpres Isaima, mari kita berubah.

-*
Kalian ingin tau perubahan apa selama 6 bulan ini aku di sini. Tunggu postingan berikutnya smile emotikon
-*

Ditunggu komen dan sarannya teman-teman

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s