Penjelasan


Aku tersenyum senang, ternyata ketakutanku akan kehilangan hanya sebuah alasan yang sia-sia agar menunda kejelasan. kamu masih di sini, masih ada untukku tanpa perduli sakitnya dirimu. Maaf, gumamku setiap saat kamu ada lagi dan lagi memberi tawa.

Sepertiya kamu masih berharap pada takdir untuk mempertemukan kita, menginginkan ‘batas waktu sendiri’ itu terwujud. Aku tak berhak melarangmu, sama halnya kau tak berhak memaksaku.

“Biarkan waktu yang menjawab. Semua yang terjadi atas kuasa Tuhan.”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s