Archive | April 2015

Selamat Jalan “Satriyo Wahyu Hajar “

Satriyo Wahyu Hajarhttps://www.facebook.com/435439403267810/photos/a.436548799823537.1073741828.435439403267810/632225030255912/?type=1&pnref=story


~Duka Dari Tambrauw: “Satriyo Wahyu Hajar “ Pejuang Pendidikan~

Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM-3T) kembali di rundung duka. Salah satu peserta SM-3T Bernama “Satriyo Wahyu Hajar” yang mengabdi di Kabupaten Tambrauw Propinsi Papua Barat Gugur saat menjalankan tugas pengabdiannya. Di Kabarkan bahwa meninggalnya almarhum tersebut karena kecelakaan laut, tapi sebelumnya almarhum sempat sakit.

Setelah lulus dari SMA Negeri 3 Slawi Kabupaten Tegal Jawa Tengah, ia melanjutkan studi pada program studi Pendidikan Teknik Elektronika tahun 2009 di Universitas Negeri Yogyakarta. Lulus pada tanggal 20 April Tahun 2014 Ia berbulat niat dan tekad bersama rekan-rekan seperjuangannya bergabung mengikuti seleksi SM-3T angkatan IV tahun 2014. Setelah lulus tahap Wawancara, Almarhum memperoleh Prakondisi di Universitas Negeri Jakarta dan berangkat menjalani program pengabdian dalam upaya percepatan pembangunan pendidikan di Kabupaten Tambrauw Propinsi Papua Barat.

Kabupaten Tambrauw adalah salah satu kabupaten di Provinsi Papua Barat, Berdasarkan Keputusan Mahkamah Konstitusi pada tanggal 25 Januari 2009, Kabupaten Tambrauw dibentuk dari sebagian bekas wilayah Kabupaten Sorong dan Kabupaten Manokwari.

Sebelum berangkat mengabdi, serangkaian proses Prakondisi di Korps Pasukan Khas TNI Angkatan Udara (Paskhas) Wing III Bandung yang Ia jalani bersama rekan-rekan yang lainnya. Paskhas merupakan satuan tempur darat yang diketahui berkemampuan tiga matra, yaitu udara, laut, darat. Disana ia dibekali ketahan malangan.

Alvin yang merupakan Salah satu rekannya menuturkan bahwa Almarhum adalah salah satu sahabat terbaik saat Prakondisi di Paskhas. Teman satu daerah di jawa tengah, teman satu pleton, teman satu barak, teman satu tenda di hutan Rancaupas. Almarhum juga orang yang baik dan selalu menghangatkan suasana dengan canda dan tawa.

-Satriyo Wahyu Hajar, Laki-laki beragama Islam yang lahir di Tegal pada tangggal 11 Desember 1991 ini adalah anak dari pasangan bapak Suroyo dan Ibu Sri Lestari.

Sedianya jenazah almarhum Satriyo Wahyu Hajar (Kamis, 16 April 2015) akan diterbangkan dari Tambrauw menuju Sorong terlebih dahulu dan selanjutnya diterbangkan ke Jakarta lalu akan dikebumikan di kampung halamannya yang beralamatkan di Jalan Perdamaian No. 19 RT. 05 RW 01 Desa Kudaile Kecamatan Slawi Kabupaten Tegal Propinsi Jawa Tengah.

Ucapan Belasungkawa dari berbagai kalang terus mengalir diantaranya dari Perwakilan Relawan Sekolah Guru Indonesia (SGI), Pemerintah Kabupaten Tambrauw, Dinas Pendidikan Kabupaten Tambrauw dan masyarakat Tambrauw yang turut berduka atas kepergiannya.

Indonesia, khususnya Keluarga besar Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM-3T), Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Demikian kabar ini disampaikan dengan segenap duka, simpati dan empati yang mendalam.

Selamat jalan pahlawan Pembangun Pendidikan….

Sesibuk apapun itu harus tetap semangat

10175986_1566071613633740_503445702509168517_nSemakin super sibuk akhir bulan ini…

 

-Jurnal pembelajaran (jan, feb, maret) untuk dikumpul di dinas P dan P Jayawijaya.

-Masih ada waktu seminggu untuk melatih anak-anak SD Inpres Isaima yang ikutan lomba PGEJ.

-Laporan :
.Cover dan kata pengantar, Dftr Isi
.Bab 1 – Bab 5
.Lampiran : foto dan vidio kegiatan, tertimoni, rpp, silabus, catatan harian, profil sekolah, kalender pembelajaran, dll

-Monev kedua untuk LPTK UNMUL (3 dosen datang tanggal 26/4/2015)

-Kegiatan PGEJ (Pekan Generasi Emas Jayawijaya)
.TM, 25/4/2015
.Seleksi CC (Cerdas Cermat SD, SMP, SMA), 27/4/2015
.Pembukaan PGEJ, 29/4/2014
.Acara PGEJ terdiri dari 9 perlombaan bidang pendidikan, seni dan gerak jalan. Acara terlaksana sampai 2/5/2015

*Semangattt Miam!!! Smile.

RP-an Melukis Bareng siswa Mart (AstraFF)

11139965_1580543198861059_6717195444422829685_nhttps://www.facebook.com/photo.php?fbid=1580543198861059&set=o.348809041891125&type=1&pnref=story


Lama enggak RP-an berasa bingung mau nulis apa. Lama enggak nimbrung di AstraFF berasa canggung. Enggak tau mau ngobrol sama siapa terus mau ngomongin apa.

Memang ya, waktu akan membuat jarak itu semakin jauh, tapi tergantung lagi sih. Mau cuek atau gimana. Kalau cuek yah, akibatnya loh bakalan kehilangan banyak teman pastinya. (mungkin Miam gitu)

NR – Dilema

Aku tau kamu bohong. Aku berpura-pura tidak mempermasalahkannya tapi sedih ini tak bisa terhindari. Yah, kamu gak nyadar dan gak ngerasa pernah bohong karena kamu kurang peka. Okey, ini hanya sebuah bumbu perjalanan, kecewa itu wajar jadi aku tetap senyum.

Sebenarnya yang mana yg harus kupercaya. Dia? Kamu? Atau diriku?

Aku pernah benci keadaan yang memaksaku berada dihari-harimu, bahkan saat kau bertanya ‘apa aku menyukaimu’ dengan lantang kujawab ‘aku tak tau’. Karena saat itu memang itu yang kurasakan. Jika kujawab tidak, aku takut akhirnya aku menyukaimu. Jika iya aku takut perasaan yang terasa hanya sementara.

Seiring waktu, aku belajar mengerti dan ternyata aku berusaha menyukai. Tapi, kini aku menjadi ragu. Lagi dan lagi terlalu banyak hal yang membuatku dilema lalu sesekali berpikir untuk berhenti kini. Dan aku semakin ragu.

Puisi Karya Siswa AstraFF

POEM

PESAN YANG TERSENDAT by Mauris Rivera.

Meski gemerisik riak mendengung sempurna.
Angin bergeming malas membisikkan sepoinya.
Setiap kalimat enggan melewati jika tanpa dermaga.
Membuat pesanku belum tersampaikan juga.

Jika pun kecipak dendang menguapkan laut.
Hujan itu akan turun tak membiarkan surut.
Gulungan ombak berdebur semakin menyulut.
Membuat pesanku mulai goyah meragu kusut.

Detik menggeliat, dentangnya tetap jemu.
Seperti terkikis, bentang laut tak lagi biru.
Sedikit melebur kelabu termakan waktu.
Mambaur pesan, terombang-ambing tak menentu.

Pesan, aku dan laut tidak sekata lagi.
Seperti melewati jalan yang sama dengan berbeda kaki.
Di antanya aroma asin menjadi saksi.
Sebuah sendat yang tidak tersampaikan, dan terhenti.


TAK ADA by Yukio Akanishi.

Ombak bergulung, datang tapi singkat
Dengan cepat pergi lagi, tak jenak
Tak ada beda denganmu
Juga aku….

Kita adalah sepasang orang aneh yang mencintai kebebasan
Namun tak ada yang pernah rela saling melepaskan
Walau juga tak ada yang mau saling terikat

Layaknya ombak dan pantai
Layaknya burung camar dan lautan Kita adalah pasangan yang membingungkan
Menyangkali hubungan ini ada

Tapi mengakui bahwa kita saling memerlukan
Lalu saling meninggalkan meski nanti akan kembali
Tidakkah kita tahu bahwa kita memiliki masa?
Waktu takkan membuat ombak lenyap dari pandangan mata

Namun kita?
Akankah sampai tua akan terus begini?
Tak ada…
Tak ada yang mau…
Khususnya aku.


MENUNGGU by Nakamura Makio.
Hari ini aku berdiri di atas luka
Menatap lautan terbentang dengan penuh nanar
Angin menghempas tak kuhiraukan
Lalu ketinggalkan saat cahaya telah padam

Hari ini aku berdiri di atas luka
Ku kembali memandang lautan dengan penuh harap
Perahu berlayar tidak kulihat
Ku terus di sana hingga cahaya kembali padam

Kali ini ku berdiri lagi di sini
Memandang lautan dengan penuh sesak
Air mata mengalir membentuk sungai
Lalu terhempas oleh usapan

Aku berdiri di atas pasir penuh luka
Menunggu dirimu yang pulang dari lautan
Walau kutahu itu percuma
Karena kau telah bersatu bersama
lautan.