Puisi Karya Siswa AstraFF


POEM

PESAN YANG TERSENDAT by Mauris Rivera.

Meski gemerisik riak mendengung sempurna.
Angin bergeming malas membisikkan sepoinya.
Setiap kalimat enggan melewati jika tanpa dermaga.
Membuat pesanku belum tersampaikan juga.

Jika pun kecipak dendang menguapkan laut.
Hujan itu akan turun tak membiarkan surut.
Gulungan ombak berdebur semakin menyulut.
Membuat pesanku mulai goyah meragu kusut.

Detik menggeliat, dentangnya tetap jemu.
Seperti terkikis, bentang laut tak lagi biru.
Sedikit melebur kelabu termakan waktu.
Mambaur pesan, terombang-ambing tak menentu.

Pesan, aku dan laut tidak sekata lagi.
Seperti melewati jalan yang sama dengan berbeda kaki.
Di antanya aroma asin menjadi saksi.
Sebuah sendat yang tidak tersampaikan, dan terhenti.


TAK ADA by Yukio Akanishi.

Ombak bergulung, datang tapi singkat
Dengan cepat pergi lagi, tak jenak
Tak ada beda denganmu
Juga aku….

Kita adalah sepasang orang aneh yang mencintai kebebasan
Namun tak ada yang pernah rela saling melepaskan
Walau juga tak ada yang mau saling terikat

Layaknya ombak dan pantai
Layaknya burung camar dan lautan Kita adalah pasangan yang membingungkan
Menyangkali hubungan ini ada

Tapi mengakui bahwa kita saling memerlukan
Lalu saling meninggalkan meski nanti akan kembali
Tidakkah kita tahu bahwa kita memiliki masa?
Waktu takkan membuat ombak lenyap dari pandangan mata

Namun kita?
Akankah sampai tua akan terus begini?
Tak ada…
Tak ada yang mau…
Khususnya aku.


MENUNGGU by Nakamura Makio.
Hari ini aku berdiri di atas luka
Menatap lautan terbentang dengan penuh nanar
Angin menghempas tak kuhiraukan
Lalu ketinggalkan saat cahaya telah padam

Hari ini aku berdiri di atas luka
Ku kembali memandang lautan dengan penuh harap
Perahu berlayar tidak kulihat
Ku terus di sana hingga cahaya kembali padam

Kali ini ku berdiri lagi di sini
Memandang lautan dengan penuh sesak
Air mata mengalir membentuk sungai
Lalu terhempas oleh usapan

Aku berdiri di atas pasir penuh luka
Menunggu dirimu yang pulang dari lautan
Walau kutahu itu percuma
Karena kau telah bersatu bersama
lautan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s