Arsip

RP-an Melukis Bareng siswa Mart (AstraFF)

11139965_1580543198861059_6717195444422829685_nhttps://www.facebook.com/photo.php?fbid=1580543198861059&set=o.348809041891125&type=1&pnref=story


Lama enggak RP-an berasa bingung mau nulis apa. Lama enggak nimbrung di AstraFF berasa canggung. Enggak tau mau ngobrol sama siapa terus mau ngomongin apa.

Memang ya, waktu akan membuat jarak itu semakin jauh, tapi tergantung lagi sih. Mau cuek atau gimana. Kalau cuek yah, akibatnya loh bakalan kehilangan banyak teman pastinya. (mungkin Miam gitu)

Iklan

Puisi Karya Siswa AstraFF

POEM

PESAN YANG TERSENDAT by Mauris Rivera.

Meski gemerisik riak mendengung sempurna.
Angin bergeming malas membisikkan sepoinya.
Setiap kalimat enggan melewati jika tanpa dermaga.
Membuat pesanku belum tersampaikan juga.

Jika pun kecipak dendang menguapkan laut.
Hujan itu akan turun tak membiarkan surut.
Gulungan ombak berdebur semakin menyulut.
Membuat pesanku mulai goyah meragu kusut.

Detik menggeliat, dentangnya tetap jemu.
Seperti terkikis, bentang laut tak lagi biru.
Sedikit melebur kelabu termakan waktu.
Mambaur pesan, terombang-ambing tak menentu.

Pesan, aku dan laut tidak sekata lagi.
Seperti melewati jalan yang sama dengan berbeda kaki.
Di antanya aroma asin menjadi saksi.
Sebuah sendat yang tidak tersampaikan, dan terhenti.


TAK ADA by Yukio Akanishi.

Ombak bergulung, datang tapi singkat
Dengan cepat pergi lagi, tak jenak
Tak ada beda denganmu
Juga aku….

Kita adalah sepasang orang aneh yang mencintai kebebasan
Namun tak ada yang pernah rela saling melepaskan
Walau juga tak ada yang mau saling terikat

Layaknya ombak dan pantai
Layaknya burung camar dan lautan Kita adalah pasangan yang membingungkan
Menyangkali hubungan ini ada

Tapi mengakui bahwa kita saling memerlukan
Lalu saling meninggalkan meski nanti akan kembali
Tidakkah kita tahu bahwa kita memiliki masa?
Waktu takkan membuat ombak lenyap dari pandangan mata

Namun kita?
Akankah sampai tua akan terus begini?
Tak ada…
Tak ada yang mau…
Khususnya aku.


MENUNGGU by Nakamura Makio.
Hari ini aku berdiri di atas luka
Menatap lautan terbentang dengan penuh nanar
Angin menghempas tak kuhiraukan
Lalu ketinggalkan saat cahaya telah padam

Hari ini aku berdiri di atas luka
Ku kembali memandang lautan dengan penuh harap
Perahu berlayar tidak kulihat
Ku terus di sana hingga cahaya kembali padam

Kali ini ku berdiri lagi di sini
Memandang lautan dengan penuh sesak
Air mata mengalir membentuk sungai
Lalu terhempas oleh usapan

Aku berdiri di atas pasir penuh luka
Menunggu dirimu yang pulang dari lautan
Walau kutahu itu percuma
Karena kau telah bersatu bersama
lautan.

Kenangan

Untuk kenangan dipindahkan dari FB, karena FBnya mau di delete. Hehe

[Thanksgiving]

Misi PA Rai [Thanksgiving]

—p1_z_Minato : aku kasi buku ini, karena nasehat hidup seperti buku sangat menyentuh hati.
” hidup seperti buku..dan bla..bla..blaa”
aku suka nasehat itu. Arigatoo.
Oia ini balasan dariku untuk puisi/ nasehat itu :

Di tengah catatan buku ini ada ragu
tertawa ku melihat ke belakang
lembaran perjalananku
belasan tahun
ribuan asa dan ribuan harap
adakah peduli di sana menemani hari- hariku?

Ya…., akhirnya kulanjutkan juga
lembar berikutnya, entahlah…
yang pasti di tengah catatanku masih ada goresan.

Menangis ku melihat ke belakang
lembaran nafasku
ribuan langkah
tertawa, menangis, isakan.
masihkah kulihat ada tanya di sana?

Di lembaran ini.
meski masih ada ragu, aku berlari juga.
Di tengah catatan buku ini masih ada asa dan sedikit harap.
dan kupastikan itu….!

—PA R/Raihan.
Aku kasih boneka ini karena biar kamu bisa ingat aku, hotaru, sama strings. terserang mau PA anggap kami yang mana..hehheh..Mianhae kalau enggak suka aku bingung si mau ngasih apa J

—p1_b_Hotaru : aku kasih gitar biru ini, awalnya mau ngasih motor yang keren dan bannya ada 3, tapi enggak jadi sudah J
aku kasih ini buat Hotayoon sayoong, biar kita bisa belajar gitar bareng ya, kita bisa nyanyi dan main gitar sama2..
” Gomawoo udah jadi sahabat mie, dan sering banget ngerecokin aku, Gomawo perhatiannya selama ini, Gomawo udah mau jadi tempat berbagi suka duka,kayanya mie baginya duka mulu,,hehheh.mianhae , ayoo kita berjuang bersama untuk bisa lulus dengan Nilai yang memuaskan, cayoo HotaMie. You is the best ”
(^_^)

—p2_z_sanji : Gitar ini aku kasih, karena dirimu suka sekali dengan musik, dan terutama kamu seorang gitaris.
mianhae kalau tidak suka, ” Terus semangat ya, sumpa aku tidak menyangkau dirimu lahir beberapa hari setelahku,,*plakk ”

—p2_me_Strings : saeng aku bingung mau ngasih apa
aku kasih lampu belajar ini biar dirimu rajin belajar, bentuk lovenya menandakan kalau aku sayang saeng .
” gomawoo udah mau jadi saengku yang sepel dupel cerewet, aku suka itu dapat menghiburku, satu lagi, jangan ngolokin aku galau mulu dong ”
~~> Hadiah ini aku bagi juga deh buat semua saeng2ku, biar kalau malam mati lampu mereka mau belajar enggak gelap (^_^)

—p1_z_rui : sebenarnya aku bingung mau ngasih apa, tapi ini aku kasih basket dan setumpuk buku. mianhae kalau tidak suka. basket, karena kamu suka basket, hahah..sebenarnya karena aku kangen banget main basket makanya kepikiran bola basket
aku kasih setumpuk buku biar rui semangat belajarnya,
” semangat semoga SNMPTNnya nanti lancar.Amin”

—p1_b-donakyu : Aku kasih se-rak komik untukmu Nad,
” gomawoo meski baru, tapi kau sudah bisa jadi teman yang klop buat aku ” (^_^)

—ASTRAFF : aku berikan cinta buat astraFF dan seluruh penghuni astra,
” para saeng tercinta, terus semangat dan tersenyum ya”
” untuk semunya, mianhae kalau selama ini mie ada salah, merepotkan, menyebalkan, bikin kesel, bikin bete, munyak, atau apa ajalah, yang buat kalian kurang nyaman. Mianhae”

~~> kalau kartu ucapanya itu untuk semuanya :
didalamnya tertulis gini, “life ends when you stop dreaming, hope ends when you stop believing, love ends when you stop caring, friendship ends when you stop sharing”

Thanks ALL 🙂

#NB : PA Rai ko terbatas si boleh ngash berapa orang, padahal kan aku mau ngasih banyk *plakkkk.
( tapi ini sudah menwakili ko)

P1_B-MIAMIE

3/02/12

Astraff

Sebagian komen

===

Astraff

Paling siMpel banget, enggak Bisa gambar… :”(

Se_adanya, tadinya mau gambar yang lain tapi enggak sempat kayanya…

ini adalah saya, seorang penghuni blossom yang kalem dan simpel
transformasi yang terjadi tak begitu kentara, karena saya lebih mengandalkan skill daripada sihir.
ketika astra diserang, di musim dingin, maka saya akan menggunakan syal dan coat untuk mencegitu adah dingin, dengan sepatu boots untuk memudahkan menapak.
seragamnya lebih girly soalnya saya kan blossom :”)
pedang saya gunakan adalah pedang redwindsword, yang mampu memantulkan cahaya merah ketika berayun, dan akan mampu memotong dengan sekali tebas dalam radius 2 meter. bukan hanya karena ketajamannya, tetapi juga karena adanya perisai angin yang bahkan mampu membelah lautan selama 5 detik dalam 1 tebasan.

sekian deskripsi saya

nb: maaf itu ada penciltic numpang eksis, terlanjur, gak bisa re-upload..

p1-b-miamie

5-01/12

===

KTS

===

Kenangan “Mask Party”

Ah, ini terlintas begitu saja ingin menulis sesuatu tentang sosok itu. Yang ngeliat postingan ini jangan salah paham ya. Saya hanya iseng dan kurang kerjaan (???).

====

Miamie tampak gugup terlihat dari gumam-gumam tak jelas yang terlontar begitu saja. Gaun putih yang ia kenakan terlihat modern dan  topeng yang ia pilih beberapa hari lalu dapat membantu menutupi rasa malu yang tanpa sengaja menyusup saat melirik seseorang yang berdiri di sampingnya. Malam ini party pergantian tahun baru. Tampak beberapa siswa dan staf dengan pasangan masing-masing mulai berdatangan dan memasuki Aula. Miamie tersenyum kecil dan beberapa detik kemudian senyum itu berubah seratus delapan puluh derahat, manyun.

“Sedang apa berdiri di sana?” Pria itu menatapnya yang masih berdiri kaku di samping sang memiliki suara. Belum menjawab apa-apa sang pria kembali angkat bicara.

“Sudah malam, ayo masuk.” Belum merespon dengan apapun pria itu berjalan mendahului Miamie yang masih berdiri heran. Kalimat apa itu? Apakah perlakuannya selalu begitu? Apakah dia tak bisa mengubah sifat dinginnya itu? Sekali saja, hanya untuk malam ini saja? Itu yang terlintas di benak Miamie. Miamie mengembungkan pipi mengusir rasa kesalnya. Bersabar adalah hal satu-satunya yang bisa ia lakukan. Terlukis jelas ia kebingungan mengadapi sang pria yang begitu terkenal dengan sikap tegas, cerdas, tidak betele-tele, dan ciri khasnya yang lain itu. Mungkin itulah daya tariknya. Miamie pun tak menyangka candaannya bersama yang lain membuat sang pria berkacamata itu justru memilihnya.  Sebagai murid baru yang terlintas dalam benaknya saat itu hanya menjadi teman yang menyenangkan, beradaptasi dengan keadaan dan situasi baru, termaksud akrab dengan seluruh penghuni akademi itu.

‘Kejam’ batinya menggerutu menatap punggung pria itu yang semakin menjauh karena langkahnya yang begitu cepat. ‘Jika ku tau begini, aku tak akan ikutan dengan yang lain untuk menawarkan diri menjadi pasangnya’ kalimat penyesalan itu tak pernah terlontar hanya sebuah bisikan tak jelas dari dirinya. Langkahnya begitu lamban hingga tersentak oleh suara seseorang yang menatapnya terlihat kesal.

“Cepat sedikit.”  Pria itu jelas sekali kesal.

“Acara lain akan dimulai sebentar lagi, aku tidak bisa terus-terusan mengurusimu.” Kalimat itu terdengar sangat kejam. Miamie tercengang berdiri terpaku meletakkan telapak tangannya di dada. Ia ingin berteriak ‘Aku pulang saja!’. Baru acang-acang untuk membuka mulut. Sekali ayunan tangan terbentang.

“Cepat,” Perintah sang pria mengulurkan tanganya. Miamie tak mampu berkata-kata lagi, ia menggigit bibirnya manahan emosinya yang hampir membludak. Ia meraih tangan itu.

“Aku tau. Maafkan aku.” Hanya kata itu yang terlontar kemudian dari gadis pecinta warna biru itu. Ia berusaha tersenyum. Ia terus terdiam sedikit merasa bersalah telah membuat pria itu menunjukan rasa kesal pada dirinya.

“Kenapa? Merasa menyesal pergi denganku?” Pria itu kembali bersuara tanpa menoleh sedikitpun. Tapak kakinya menapak dan meninggalkan jejak sepatu pada salju yang telah menumpuk. Miamie masih terdiam. Ia bingung harus menjawab apa? Bukankah tadi ia memang merasakan itu? Apa benar setiap staf memiliki kelebihan yang tak terduga, seperti membaca pikiran misalnya? Ah, tak mungkin.

“Tidak sama sekali. Aku senang, tapi bolehkah aku meminta satu hal padamu?”Miamie mengubris segala pikiran lain yang berebut menguasai pikirannya. Saat itu yang ia inginkan tetap bersikap baik dan tidak menyesali apapun yang akan terjadi malam itu.

“Aku ingin kau bersikap baik padaku.” Pinta Miamie terlontar setelah beberapa jedah berikutnya.

“Hhh…” Pria itu menarik nafas panjang, lalu memandang wajah Miamie di hadapanya. “Baiklah,” Ia mengeratkan pengangan Miamie pada lengannya.

“Ayo masuk bersama.” Kalimat yang dinanti Miamie terucap juga. Ingin melompat senang yang dirasakan Miamie saat itu. Ia tersenyum dan mengangguk. Sesekali Miamie masih memperhatikan pria itu diam-diam. ‘Aku masih tak bisa mengerti dia, tapi aku masih berusaha.’ Batin Miamie kembali melirik sang pria.

.

.

.

Note : Sebenarnya masih ada lanjutannya (sedikit pada acara inti parti) tapi aku tak mampu mengingat lagi, mungkin karena faktor waktu itu aku tak terlalu fokus, terlanjur kesal (ini rahasia), dan perang sama sinyal.

(21:25), 20-10-13 –> Party (31 Desember 2011)