Arsip

Cepat sembuh ya Pak (saya merasa sedih)

CEZ7UmcVAAAMwTBSemoga Beliau cepat sembuh. AMIN…


Saya memang sulit berkomunikasi dengan orang-orang yang saya kenal, terlebih ketika keadaan itu lebih mendukung untuk tidak berkomunikasi.  Jangankan teman atau orang-orang yang pernah berjasa dalam siklus kehidupan saya.  Dengan keluargapun begitu. Bukan, bukan tak perduli atau merasa tak membutuhkan/dibutuhkan, saya justru sangat merindukan. Tapi, entah apa alasan untuk sulit mengungkapkan apa yang saya rasakan. Mungkin memang karakter saya yang seperti ini. Bukan kah hal itu bisa diubah. Yah, saya sedang berusaha melakukannya.

Setelah proses KKN 2012, PPL awal 2013 dan skripsi ditahun yang sam, hingga lulus dan kini berada di Papua (semakin jauh). Barulah berbagai hal kuupayakan agar tetap memiliki kesempatan mengetahui berbagai hal yang dilalui orang-orang yang ada dalam hidupku ataupun pernah ada. Terkhusus keluarga, dan penting juga orang-orang yang berjasa.

Papua, orang pasti akan merasa bahwa di sini apa-apa masih tertinggal. Meskipun tak sepenuhnya benar, tapi memang iya. Di Jayawijaya ini sayamerasakan sendiri. Terkhusus untuk sinyal. Ke kota, alternatif untuk bebas untuk berkomunikasi dan internetan. Itulah salah satu sebab, saya yang terbiasa berkomunikasi melalui sosial media menjadi merasa kehilangan banyak informasi.


Pagi ini, setelah sholat shubuh, saya menghidupkan leptop. Beruntung modem saya sudah berumur 4 tahun bersahabat mengumpulkan banyak sinyal, tidak seperti biasanya yang 0,0… kbps.

—OH, tidak sebuah postingan lewat membuat saya terdiam lalu menutup mulut. https://twitter.com/himapfisunmul28/status/596299597300899840?utm_source=fb&fb_ref=Default&utm_content=596299597300899840&utm_campaign=himapfisunmul28&utm_medium=fb

Baru kemarin, aku memikirkan tentang Dosen Pembimbing skripsiku ini. Sedih rasanya, melihatnya tergeletak lemah. Belum sempat kulakukan hal setulus hati untuk membalas kebaikannya.

Bapak, cepat sembuh ya. . . AMINNN YA ALLAH. Saya mendoakanmu dari jauh. Kami semua merindukan sosokmu. Maafkan kami yang dulu hilaf ataupun sengaja membangkang dan melakukan kesalahan.

Iklan