Arsip

Pelatihan Upacara (Kenangan KKN 2012)

Suasana latihan yang menyenangkan. Meskipun kegiatan latihan ini akan menyita waktu bermain mereka, mereka tetap semangat dan serius latihan. Lihatlah wajah – wajah anak bangsa ini. Menjelutung merupakan salah satu desa di kabupaten Tana Tidung, dan aksesnya hanya menggunakan jalur sungai, menggunakan kapal dan memerlukan minimal 100 ribu untuk sekali perjalan per orangnya. Jadi menurutku ini salah satu daerah terpencil di pulau Kalimantan Timur yang kini menjadi bagian Kalimantan Utara. Dan, sinyal di desa ini sangat sulit.

100_1365 100_1367

P1010666 P1010668

P1010684

Riandam (Mahasiswa KKN) sedang mencontohkan cara pengibaran bendera.

100_1396

Kepala sekolah dan guru-guru sedang berbaris rapi untuk kegiatan upacara bendera.

Suasana upacara bendera pertama kali di Sd ini. Begitu bahagia rasanya berhasil menumbuhkan rasa nasionalisme anak-anakku di Menjelutung ini. Lapangan yang basah dan besek tak menjadi penghalang upacara bendera kami.

 100_1393 100_1405

Kangen Kalian Kawan

KKN 18

Pelabuhan di kabupaten Tana Tidung. Foto bersama sebelum berangkat menuju desa temapt KKN kami (Desa Menjelutung). Dalam Foto kurang ketua kelompok kami (yang sedang memegang kamera)

KKN 14

KKN 2

Foto bersama sebelum lombah cerdas cermat dan mewarnai untuk anak-anak di desa Menjelutung. 🙂

KKN 22

Foto setelah acara penyambutan KKN di Tana Tidung, dan pelepasan menuju desa masing2.
-Saya-Riska-Anna

c 1

Lihatlah ekspresi kami jika di suruh gaya santai (nonformal)

24062012-1

Narsis dulu ya kan ya. Sebelum pulang. Sehari sebelum keberangkatan menuju Kaltara. Keakraban itu semakin terasa, padahal kami baru seminggu saling mengenal. Dan akan mengjalani 2-3 bulan kebersamaan kedepan. ‘Semoga menyenangkan dan sukses’ tentu itu harapan kami.

100_2884

-Saya- Mila (warga desa)-Wenty (Anak PKL S1 PIN)

100_2090

Lihatlah tingkah kami yang gila foto 🙂

23072012

Salah satu suasana rapat, dan Setelahnya makan bersama dengan pemuda karangtaruna.

P1020894

-Fariz-Yudhi-Dedi- KKN)
Sahril (warga)
Mereka lagi … hal itu saat mereka telah usai mebangunkan warga untuk saur.

Kangen kalian teman- teman.

Tak terasa sudah setahun lamanya kebersamaan kita yang lalu. Ingatkah kalian suka-duka yang kita lalui bersama. Di tempat yang baru, di mana kita tak mengenal siapa-siapa dan tak memiliki keluarga selain anggota kelompok yang berkembang menjadi keluarga yang begitu solit. Jujur aku merindukan saat – saat itu. Di mana kedewasaan dituntut dari diri kita, menjadi seseorang yang dapat diandalkan dan membawa perubahan. Huh, rasanya saat aku memilik KKN reguler sedikit meragukan namun ternyata aku tak pernah sedetikpun menyesalinya. Bertemu dengan kalian, melalui hari – hari dengan kalian itu sangat mengajarkan banyak hal. Tentu mereka yang di sana, di tempat – tempat yang kita lalui, terutama desa itu, banyak makna yang terus tersimpan di hati dan memori ini. Yah, ku akuipula dan tak perlu dipungkiri rasa rindu kita pada sesuatu yang jauh dari kita seringkali melanda. Seperti rumah dan orang tua kita, teman, kegiatan kampus, dan kampung halaman. Terlebih saat bulan Ramadhan yang sangat penuh dengan moment bahagia dan berbagi. Namun, di sana tumbuh rasa kebersamaan kita yang luar biasa dari kesabaran yang luar biasa.

Hari – hari yang penuh dengan kegiatan, setiap malam rapat dan bercerita bersama, tak luput hal – hal konyol kita lakukan silih berganti untuk saling menghibur. Entahlah kawan, apakah kalian mengenangnya seperti diriku kini, aku akan tetap menyimpan rapi kebersamaan dan segala pelajaran hidup itu, sesuatu yang pernah aku lalui serta menjadi proses penting dalam hidupku. Aku merindukan kalian kawan. Kalian yang penuh perhatian, kasih sayang, canda, dan kepedulian, serta remaja kebanggaan negara dan keluarga, dan aku sangat senang serta tentu bangga mengenal kalian. Ini jujur kawan – kawanku yang luar biasa, yang penuh semangat, yang cantik-cantik dan yang ganteng – ganteng (plakkk). Terus berjuang kawan untuk perubahan karena kitalah generasi penerus bangsa dan perubahan, kebanggan keluarga tercinta.

Kapan ya kiranya kita dapat perkumpul, bercerita bersama tentang hal yang telah terlalui itu. Pengen tau deh, apa kalian masih ingat  momen-momen sulit dan senang  di sana.

Oia kalian jawab sendiri ya, kalian bisa jawab semuanya berarti kalian pintar (hahahah,bercanda).

~ Siapa yang ulang tahun di minggu petama KKN kita, saat itu kita kerjain sore-sore. Siapa yang di kejar sama dia sampe keliling lapangan bola segala?

~ Siapa yang paling jahil di kelompok kita, tapi kalau udah berhadapan dengan kegiatan berbaur dengan masyarakat jadi paling pendiam.

~ Siapa yang setiap tidur malam akan jadi lontong (seperti pocong, dari ujung kaki sampe ujung kepala kagak ada yang nongol).

~ Siapa yang jadi kesayang PaDe, sampe sempat hampir ada sesuatu masalah, bikin kelompok diskusi serius dua malam. Dan ingat enggak kata-kata Riandam, aku sih lupa gimana kalimatnya tapi ingat intinya ‘ Dia bangga dan senang punya kelompok kaya kita yang berpikir kritis dan apa gituuu..’.

~ Siapa paling rajin masak ? dan ingat enggak kekompakan itu begitu terasa saat suasana mau makan. Ada pertanyaan begini, Ini berapa-berapaan? Hehehe.

~ Siapa yang suka rebutan kamar mandi ? dan siapa yang tempat sabunnya paling unyu (Hahaha kalau cewek sih biasa aja, tapi ini cowok)?

~ Siapa biangkerok sehingga ada sesi introgasi antar anggota kelompok setiap malam. Introgasi yang menjerumus pada hal pribadi, dan pemaksaan menjawab. Hahahaha, Siapa korban pertamanya dan apa temanya?

~Siapa yang HP-nya paling banyak sinyalnya? Dia juga loh yang ngebuat posko rame kaya TK (penuh dengan kreatifitas, apadeh).  Ah, akuin saja dia memang kreatif dan aktif.

~ Siapa nama ketua kelompok kita yang suka nongrong pagi-pagi di tangga posko, awalnya kita kita dia menikmati matahari terbit padahal dis itulah banyak sinyal HP (jika kalian lupa, berarti dia pantas di lupakan, hahaha aku bercanda).

~ Siapa yang hobby-nya ke kantor desa pagi-pagi BANGET. Rajin atau kerajinan ya, tapi dia punya tujuan terselubung. Hahahha, mau ngebom. Ckckkc.

~ Siapa yang jadi korban di minggu terakhir KKN kita. Dia ulang tahun, saat itu dia di kejar dari tengah lapangan bola, di tipukin telur +tepung, dia lari ke posko, belum sampai di siramin air lumpur. Eh dianya malah duduk di tengah lapangan volly depan posko biar enggak di siram, kan susah payah kita cat itu lapangan untuk lomba. Tapi tetep aja dia di seret oleh pemuda sana dan habis- habisan dikerjain. Gadis yang malang, aku juga kasian tau jadi korban juga, aku disiram. Ada yang salah sasaran atau sengaja. Entahlah.

~ Siapa yang teriak ‘Saur-saur’ di masjit. Sumpah deh itu suara cempreng. Tapi lebih seru kumpulan suara cempreng keliling desa. Oia, siapa- siapa aja yang buat antraksi api. Keren loh.

*Itu hanya sepenggal kisah yang tercipta di antara kita semua dan mereka. Cukup di kenang dan selalu di jadikan pelajarn hidup yang berarti dan pendewasaan jiwa.