Tag Archive | Penulis

Profil YUI

YUI - Green a.live.mp4_snapshot_00.36_[2013.06.22_11.58.31]

 

1003848_363634230406401_784023456_n

 

Yui yoshioka atau lebih dikenal dengan nama Yui ini adalah salah satu penyanyi sekaligus pencipta lagu asal Jepang, Khas yang ia miliki yaitu selalu membawa gitar dimanapun ia berada.Yui menulis lagu sejak ia kelas 3 SMP, ia mulai belajar menyanyi , menulis lagu , dan memainkan gitar di kursus musik kota Fukuoka. Judul lagu pertama yang ia tulis adalah ‘Why me’.  Wanita yang berlabel di SONY MUSIC ini telah memiliki 9 Album.

 

Nama Asli
Yui Yoshioka

Tanggal Lahir
26 Maret 1987

Tempat Lahir
Fukuoka, Jepang

Tinggi Badan
155

Kewarganegaraan
Jepang

Zodiak : Aries

Shio : Kelinci

Hobi : Menonton film, membaca buku, bermain bulutangkis

Golongan darah : AB

Tempat favorit : pantai Shingū di Fukuoka

===

Sumber : Wikipedia

Sssstt Diam

388792_298354853526058_118389968189215_1129591_1690958238_n

Jika cinta datang menghampiri. Jangan mematung lalu membiarkanya pergi. Sambut dia dengan senyum, rangkul dengan lembut, dan bukakan pintu untuk menjadi penghuni ruang kecil bernama hati.
Jika cinta pergi berbagi, jangan sedih. Masih ada cinta lain yang menanti.
-Nurmi-

===

Kata-kata ‘Darwis Tere Liye’ membuatku mengangguk mengiyakan.  Sebuah ungkapan tentang cinta sejati yang dimengerti ketika kita menunggu dan bersabar. Ketika kita diam tak mengumbar. Cinta sejati tidak datang dalam gegap gempita umbaran perasaan. Biar Allah  yang menentukan yang terbaik.

===

“Ssttt… Diamlah sebentar.
Cinta sejati hanya bisa didengar justeru dalam senyap.
Bukan gegap gempita kalimat, yang mengaburkan makna.
Dan kita tertipu oleh tampilannya.
Ssttt… Ayo duduk sejenak.
Cinta sejati hanya bisa dikenali saat sepi.
Diperhatikan dengan seksama, dalam kesadaran diri paripurna.
Bukan berisik teriak-teriak ‘Aku cinta kamu’.
Hanya untuk esok lusa kita meratap kencang-kencang sebaliknya.

Ssttt…. Bisakah kita diam dulu?
Agar cinta sejati menunjukkan siapa diri sebenarnya.
Apakah yang ini, atau yang itu, atau mungkin yang lain lagi.
Dan kita harus menunggu dan bersabar.”

_ (Tere Liye)_